Presiden Kamerun perintahkan pembebasan 333 separatis

Para pemimpin pemberontak dilaporkan menolak untuk menerima upaya perdamaian

Presiden Kamerun perintahkan pembebasan 333 separatis

YAOUNDE, Kamerun

Presiden Kamerun Paul Biya pada Kamis memerintahkan pembebasan ratusan pejuang separatis yang ditangkap selama protes kekerasan di wilayah Anglophone.

"Saya telah memerintahkan penghentian proses yang tertunda di hadapan pengadilan militer terhadap 333 orang yang ditangkap karena pelanggaran ringan sehubungan dengan krisis di Wilayah Barat Laut dan Barat Daya," kata Biya melalui Twitter, beberapa hari setelah dialog nasional untuk mengakhiri krisis panjang dimulai.

Namun, sejumlah kelompok separatis memboikot dialog tersebut dan bersumpah untuk tetap berpegang pada keinginan untuk memisahkan diri dari Kamerun.

Beberapa jam setelah pengumuman presiden, media setempat melaporkan bahwa para pemimpin pemberontak menolak tindakan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan menerima upaya damai karena pasukan pemerintah masih berada di wilayah mereka.

Menurut organisasi non-pemerintah Kelompok Krisis Internasional, sekitar 3.000 orang terbunuh sejak kekerasan meletus di negara itu pada 2017 antara kelompok pemberontak separatis dan pemerintah.

Warga minoritas yang berbahasa Inggris menuduh pemerintah memperlakukan mereka dengan tidak adil.

Kemudian muncul seruan separatis oleh beberapa pemimpin daerah diikuti oleh protes oleh para profesional seperti pengacara dan guru yang mengeluh dipinggirkan oleh mayoritas berbahasa Perancis.

Gerakan ini memicu krisis dan tindakan keras pemerintah.

Sejumlah fasilitas sosial termasuk fasilitas kesehatan dan pendidikan rusak karena konflik dan sebagian juga ditutup.

Laporan menunjukkan bahwa lebih dari 500.000 orang telah mengungsi dari rumah mereka karena rasa tidak aman.

Separatis Anglophone berusaha untuk membentuk negara terpisah bernama Ambazonia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA