Presiden Afrika Selatan minta maaf soal serangan xenofobia

Imigran tidak boleh dijadikan kambing hitam atas lambatnya reformasi ekonomi dan sosial negara, kata Cyril Ramaphosa

Presiden Afrika Selatan minta maaf soal serangan xenofobia

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pada Senin meminta maaf kepada pemerintah Nigeria, dua minggu setelah serangan xenofobia yang menargetkan imigran di Johannesburg dan Pretoria, lansir media lokal Thisdaylive.

Ramaphosa menyampaikan permintaan maafnya kepada Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, melalui Jeff Radebe, utusan khusus yang dikirim ke Nigeria.

Setelah pertemuannya dengan Buhari, Radebe mengatakan kepada wartawan bahwa sejauh ini, sekitar 50 pelaku serangan - kebanyakan terhadap warga Nigeria - telah ditangkap.

Sebelumnya, Ramaphosa mengatakan bahwa imigran tidak boleh dijadikan "kambing hitam" atas lambatnya laju perekonomian negara saat ini.

"Para imigran tidak boleh dijadikan kambing hitam, kita juga tidak boleh melampiaskan frustrasi kita atas lambatnya reformasi ekonomi dan sosial pada imigran yang datang ke negara kita," kata Ramaphosa seperti dikutip oleh situs berita IOL, ketika berbicara pada Kongres Nasional Serikat Pekerja Pakaian dan Tekstil Afrika Selatan ke-14 di Durban International Convention Center, Senin.

Dia menegaskan bahwa Afrika Selatan tahu betul apa yang menyebabkan intoleransi dan diskriminasi dan untuk itu, tidak akan menimbulkan trauma pada orang lain.

“Orang-orang Zimbabwe, bersama-sama, menyatakan ketidakbahagiaan mereka terhadap orang Afrika Selatan, dan mereka melihat saya sebagai perwakilan Afrika Selatan. Seluruh stadion mencemooh saya. Hanya setelah saya mengatakan saya menyesali apa yang terjadi di negara ini maka mereka kemudian merespons secara positif,” ujar Ramaphosa.

Sang presiden merujuk pada insiden yang terjadi ketika dia berpidato pada acara pemakaman mendiang Presiden Zimbabwe Robert Mugabe pada Sabtu di Ibu Kota Harare .

"Saya telah meminta maaf atas nama Anda dan saya harap itu meresap ke dalam kesadaran kita," tutur Ramaphosa.

Dia menambahkan bahwa citra Afrika Selatan telah terkena dampak negatif di mata masyarakat internasional, menekankan bahwa negara harus bekerja keras untuk membalikkan persepsi tersebut.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA