Ponsel pintar pertama Afrika diluncurkan di Rwanda

Investasi dalam pembuatan smartphone pertama di Afrika selaras dengan fokus Rwanda pada ICT, kata Presiden Paul Kagame

Ponsel pintar pertama Afrika diluncurkan di Rwanda

KIGALI, Rwanda

Perusahaan layanan bisnis multi-sektor pan-Afrika Mara Group pada Senin meresmikan pabrik Mara Phones di ibu kota Rwanda, Kigali.

Ponsel pertama yang dibuat di Rwanda itu diluncurkan pekan lalu di pabrik yang berlokasi di zona ekonomi khusus Kigali.

Mara Phones dalam kemitraan dengan Google sebagai bagian dari Program Android One.

Pabrik baru tersebut saat ini membuat dua versi ponsel dengan harga antara USD129 hingga USD189.

Pabrik itu mempekerjakan sekitar 200 orang di Rwanda dan 60 persen di antaranya adalah wanita.

Berbicara pada upacara tersebut, Presiden Rwanda Paul Kagame mengatakan pengenalan Ponsel Mara akan menempatkan kepemilikan ponsel cerdas di Rwanda dalam jangkauan lebih banyak.

"Produk ini didukung oleh garansi dan dapat dibayar dengan cicilan selama dua tahun. Mereka telah mencoba membuatnya sesederhana mungkin dan dapat digunakan oleh warga Rwanda," ujar dia.

Dia mencatat bahwa persentase warga Rwanda yang menggunakan ponsel pintar sangat rendah, tetapi pemerintah secara bertahap bisa mengatasi hambatan itu melalui inisiatif Mara Group.

Di Rwanda, penetrasi internet saat ini berada di lebih dari 52,1 persen, naik dari 7 persen pada 2011.

Menurut kementerian ICT dan Inovasi Rwanda, saat ini penetrasi telepon seluler di negara itu telah tumbuh menjadi lebih dari 80,6 persen, dari 33 persen pada 2010.

"Ponsel pintar bukan lagi barang mewah. Ia dengan cepat menjadi kebutuhan hidup sehari-hari. Kecenderungan itu akan meningkat di tahun-tahun mendatang, karena semakin banyak layanan bermigrasi ke platform digital," kata Kagame.

Dia menggarisbawahi bahwa investasi oleh Mara Group sangat selaras dengan fokus negara pada sains dan teknologi sebagai pendorong utama transformasi ekonomi.

Selain pasar Rwanda, Mara Group juga berniat untuk mengekspor ponsel pintar buatannya ke negara-negara lain di kawasan itu.

Kepala eksekutif Mara Phone Ashish Thakkar mengatakan perusahaan sangat yakin bahwa manufaktur ponsel pintar secara lokal akan membawa kebanggaan besar bagi benua Afrika.

"Hari ini adalah mimpi besar yang menjadi kenyataan tidak hanya untuk Mara tetapi juga untuk Rwanda dan Afrika. Ini adalah momen bersejarah yang membantu mengubah narasi untuk benua Afrika dalam arti sebenarnya bahwa orang Afrika juga dapat menghasilkan produk standar global berkualitas tinggi," ujar Thakkar.

"Ini bukan manufaktur perakitan," tambah dia.

Thakkar tahun lalu juga mengumumkan niat perusahaan untuk membangun fasilitas produksi ponsel pintar yang terjangkau di Afrika Selatan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA