Politikus Kanada cecar Trudeau selama debat

Mereka mengkritik penampilan kontroversial ‘blackface’ Trudeau hampir dua dekade lalu dan skandal penyuapan SNC Lavalin

Politikus Kanada cecar Trudeau selama debat

TRENTON, Kanada 

Dua pekan sebelum masa kampanye pemilihan federal Kanada berakhir, Perdana Menteri Justin Trudeau mengunjungi Kota Iqaluit pada Selasa untuk mempromosikan inisatif perubahan iklim.

Sementara itu, pemimpin Konservatif Andrew Scheer dan ketua Demokrat Baru Jagmeet Singh berkampanye di berbagai acara di kota terbesar Kanada, Toronto.

Jelang pemilihan umum 21 Oktober, persaingan antara Partai Liberal dan Partai Konservatif pun semakin intensif.

Tiga pemimpin partai utama - Elizabeth May dari Partai Hijau, Yves-Francois Blanchet dari Blok Quebecois, serta Partai Rakyat Kanada Maxime Bernier - menghadiri acara debat pada Selasa malam.

Dalam debat yang berlangsung selama dua jam itu, mereka melontarkan komentar-komentar pedas tentang kepemimpinan Trudeau selama empat tahun terakhir.

Mereka mengkritik penampilan kontroversial ‘blackface’ Trudeau hampir dua dekade lalu dan skandal penyuapan SNC Lavalin.

"Justin Trudeau hanya berpura-pura membela Kanada," ujar Scheer.

"Dia sangat pandai berpura-pura. Dia bahkan tidak ingat sudah berapa kali dia memakai riasan ‘blackface’ karena faktanya dia selalu memakai topeng. Tuan Trudeau, Anda palsu dan penipu dan Anda tidak berhak memerintah negara ini,” kata dia lagi.

PM Kanada pun membela diri dengan mengatakan bahwa dia adalah satu-satunya pemimpin yang mau campur tangan dalam RUU 21 Quebec yang kontroversial - undang-undang yang melarang sebagian besar pegawai negeri mengenakan simbol keagamaan saat bekerja, termasuk jilbab, sorban, salib, dan kippah.

“Tidak ada pemimpin lain yang mau terlibat dalam RUU kontroversial ini, padahal itu bentuk diskriminasi terhadap perempuan Muslim.

Para tokoh politik itu juga mengkritik rencana perubahan iklim yang diusulkan Trudeau. May bahkan menyebutnya sebagai “komitmen yang ditakdirkan untuk gagal”.

Trudeau menampik pernyataan itu. Dia mengklaim bahwa di bawah kepemimpinannya, Kanada sudah melakukan paling banyak upaya [berkaitan tantangan perubahan iklim] ketimbang pemerintahan lainnya dalam sejarah Kanada.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA