PM Kanada siap intervensi larangan simbol agama

Sejumlah kritik mengatakan larangan di Quebec dengan tidak adil menargetkan wanita Muslim

PM Kanada siap intervensi larangan simbol agama

TRENTON, Kanada

Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan pada Jumat bahwa dia siap untuk campur tangan dalam larangan baru Quebec terhadap simbol-simbol agama, jika banding pengadilan saat ini gagal untuk membatalkan undang-undang.

"Kami tidak akan menutup pintu untuk campur tangan di kemudian hari karena saya pikir tidak akan bertanggung jawab bagi pemerintah federal untuk menutup pintu intervensi, mengenai masalah yang menyentuh kebebasan mendasar," kata Trudeau saat berkunjung ke Quebec untuk berkampanye.

Ini adalah pertama kalinya sang perdana menteri mengindikasikan bahwa dia akan mempertimbangkan untuk menengahi undang-undang baru yang melarang simbol-simbol keagamaan seperti jilbab, salib dan sorban untuk dikenakan oleh sebagian besar pegawai negeri sipil saat bekerja, termasuk guru, polisi dan supir bus.

Tetapi karena masalah ini masih diproses di pengadilan, Trudeau mengatakan akan sangat "kontraproduktif" untuk melakukan campur tangan sekarang.

Trudeau dan Partai Liberal yang berkuasa harus memenangkan pemilihan federal 21 Oktober jika ingin melakukan intervensi terhadap larangan itu.

Para pemimpin partai federal termasuk Trudeau tahu bahwa larangan itu populer di Quebec dan itu dipuji sebagai hukum yang memisahkan agama dengan negara, sehingga semua pihak berharap memenangkan pemungutan suara.

Namun, survey menunjukkan bahwa warga Kanada yang tinggal di luar provinsi menentang larangan itu karena dinilai diskriminatif.

Para kritikus mengatakan bahwa larangan itu secara tidak adil menargetkan wanita Muslim.

Sebelum undang-undang itu diberlakukan pada Juni, Trudeau mengatakan bahwa pemerintah tidak memiliki hak untuk memberi tahu orang bagaimana cara berpakaian.

Media Kanada melaporkan sebelumnya bahwa dua wanita tidak mendapatkan pekerjaan di pusat pendidikan dan penitipan anak karena menolak untuk melepas hijab mereka di tempat kerja.

Dewan Nasional Muslim Kanada dan kelompok hak-hak sipil telah mengajukan gugatan hukum ke pengadilan, dengan mengatakan itu akan menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki bagi minoritas agama.

Pemimpin Partai Konservatif Andrew Scheer mengatakan dia tidak akan menentang undang-undang tersebut jika memenangkan pemilihan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA