PM Ethiopia Abiy Ahmed menangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2019

Abiy mendapat penghargaan atas upayanya mencapai perdamaian dan inisiatif menyelesaikan konflik dengan Eritrea

PM Ethiopia Abiy Ahmed menangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2019

LONDON

Hadiah Nobel Perdamaian 2019 diberikan kepada Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali.

Komite Nobel Norwegia pada Jumat mengumumkan bahwa penghargaan itu diberikan kepada Abiy atas upayanya mencapai perdamaian dan kerja sama internasional serta untuk inisiatifnya menyelesaikan konflik perbatasan dengan negara tetangga Eritrea.

"Hadiah itu juga dimaksudkan untuk mengakui semua pemangku kepentingan yang bekerja untuk perdamaian dan rekonsiliasi di Ethiopia dan di wilayah Afrika timur dan timur laut," kata pernyataan yang disampaikan pada konferensi pers di Oslo.

"Komite Nobel Norwegia berharap Hadiah Nobel Perdamaian akan memperkuat Perdana Menteri Abiy dalam pekerjaan pentingnya bagi perdamaian dan rekonsiliasi," tambah pernyataan itu.

Komite Nobel mengatakan Ethiopia adalah negara terpadat kedua di Afrika dan memiliki ekonomi terbesar di Afrika Timur.

Ethiopia yang damai, stabil, dan sukses akan memiliki banyak efek samping positif dan akan membantu memperkuat persaudaraan di antara bangsa-bangsa dan masyarakat di kawasan itu.

"Dengan ketentuan yang sesuai dengan wasiat Alfred Nobel, Komite Nobel Norwegia menilai Abiy Ahmed sebagai orang yang pada tahun sebelumnya telah melakukan upaya paling layak untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian 2019," ungkap pernyataan itu.

Eritrea memisahkan diri dari Ethiopia pada 1993.

Sejak 1998 hingga 2000, kedua negara terlibat perang yang menewaskan 70.000 orang.

Kedua negara mencapai kesepakatan damai tahun lalu dan mengakhiri konflik militer yang berlangsung selama 20 tahun berkat upaya Abiy memulai pembicaraan damai dengan Eritrea segera setelah dia terpilih sebagai perdana menteri pada April 2018.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA