Perundingan damai AS, Taliban berlanjut di Doha

Kedua pihak mengecam spekulasi seputar pembentukan pemerintah sementara di Afghanistan

Perundingan damai AS, Taliban berlanjut di Doha

KABUL, Afghanistan

Putaran kesembilan dari perundingan damai penting antara Amerika Serikat dan Taliban berlanjut pada Minggu di ibu kota Qatar, Doha.

Spekulasi seputar pembentukan pemerintah sementara di Kabul membayangi pembicaraan yang dimulai pada Jumat.

Berbagai media melaporkan bahwa kesepakatan antara kedua pihak telah tercapai, tetapi negosiator perdamaian AS menolak laporan tersebut.

'Seperti yang dikatakan juru bicara Taliban sebelumnya, kami belum melakukan diskusi tentang pemerintahan sementara. Keputusan tata pemerintahan diperuntukkan bagi Afghanistan dalam perundingan intra-Afganistan,' ungkap Zalmay Khalilzad, Perwakilan Khusus AS untuk Afiliasi Afghanistan, melalui Twitter.

Sebelumnya, juru bicara Taliban Suhail Shaheen juga membantah laporan yang muncul menjelang pemilihan presiden Afghanistan yang ditentang oleh pemberontak Taliban.

Sementara itu, Duta Besar AS di Kabul John Bass mengatakan perdamaian di Afghanistan tetap menjadi prioritas utama.

Selama perjalanan ke provinsi Balkh pada Sabtu, Bass mengatakan bahwa pemilu harus diadakan pada waktu yang dijadwalkan jika ada halangan dalam proses perdamaian.

“Keduanya (proses perdamaian dan pemilihan umum) penting bagi Amerika Serikat. Perdamaian adalah prioritas tertinggi kami karena itu juga prioritas tertinggi rakyat Afghanistan. Dan setiap hari, ada warga Afghanistan yang memberi tahu kami bahwa perdamaian adalah prioritas utama mereka,” ujar dia.

"Jadi, kami bekerja sangat keras untuk menciptakan kesempatan itu bagi rakyat Afghanistan untuk duduk bersama, bernegosiasi, menyelesaikan perbedaan mereka dan mencoba mencapai kesepakatan damai yang tahan lama yang diterima oleh sebagian besar orang di negara ini dan oleh karena itu dilaksanakan," tambah sang duta besar.

Mengenai usulan penarikan pasukan, Bass mengatakan jika Taliban ingin melihat pasukan internasional pergi, maka mereka harus memastikan bahwa tidak ada ancaman teroris di masa depan terhadap Amerika Serikat, sekutu dan mitra-mitra di Afghanistan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA