‘Perjanjian dengan AS dan Rusia adalah keberhasilan politik Turki’

Menlu Turki mengatakan bahwa dua negara terbesar di dunia telah mengakui legitimasi operasi Turki di Suriah utara

‘Perjanjian dengan AS dan Rusia adalah keberhasilan politik Turki’

ANKARA 

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa kesepakatan bersejarah Turki dengan Amerika Serikat (AS) dan Rusia tentang Suriah tercatat dalam sejarah sebagai keberhasilan politik negaranya.

Dalam wawancara eksklusif di meja editorial Andolu Agency, Menlu Cavusoglu memberikan penilaiannya terkait kesepakatan Turki dengan Rusia di Sochi.

Cavusoglu mengatakan kesepakatan tentang Suriah yang dicapai oleh Turki dengan dua negara terbesar di dunia itu adalah sebuah keberhasilan politik.

Dua negara terbesar di dunia telah mengakui legitimasi operasi Turki, tutur dia.

Cavusoglu mengatakan jika tentara Turki menemukan elemen teroris di wilayah Operasi Mata Air Perdamaian, maka tentaranya tak akan ragu untuk melumpuhkannya.

YPG/PKK akan dikeluarkan ke kawasan selatan yang berjarak 30 kilometer dari perbatasan Turki, tutur Cavusoglu.

Perjuangan Turki, sebut dia, telah mencegah negara teroris yang ingin dibentuk oleh para teroris di Suriah utara.

Cavusoglu menekankan bahwa Operasi Mata Air Perdamaian adalah titik balik bagi masa depan Suriah.

Menlu Turki menggarisbawahi bahwa kendali pemerintahan lokal di kawasan tersebut akan dipegang oleh warga Arab di tempat yang mayoritas masyarakatnya berbangsa Arab.

Selain itu, daerah-daerah mayoritas suku Kurdi akan dipimpin oleh warga Kurdi juga.

Menteri Cavusoglu mengaku pihaknya tidak memiliki hubungan langsung dengan rezim Assad.

Cavusoglu menggarisbawahi Komite Konstitusi Suriah akan mengadakan pertemuan pertama akhir bulan ini.

Komisi tersebut akan dinaungi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), namun sebenarnya dibentuk atas usulan Turki, Rusia, dan Iran.

Menlu Cavusoglu menjelaskan bahwa Putin telah mengatakan kepada delegasi Turki pihaknya akan memberikan ultimatum yang keras kepada YPG/PKK.

Putin mengatakan kepada kami jika mereka tidak meninggalkan kawasan yang dimaksud, maka kalian lakukan saja apa yang diperlukan, tutur Menteri Cavusoglu.

Menteri Turki itu mengungkapkan bahwa Tentara Nasional Suriah memberikan kontribusi yang besar dalam operasi Turki saat ini dan juga operasi sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Cavusoglu menekankan bahwa pembebasan militan Daesh yang ditahan di Suriah utara tidak akan mungkin terjadi. Sebab jika para militan dibebaskan maka yang pertama kali diserang adalah Turki.

Menteri Cavusoglu menuturkan Turki akan bekerja dengan Rusia terkait pengembalian imigran dan pengungsi Suriah ke negaranya.

"Terkait pembangunan infrastruktur untuk para pengungsi mungkin perlu diadakan pertemuan dengan para donor, karena itu bukan langkah yang hanya dilakukan oleh Rusia dan Turki saja," kata dia.

Cavusoglu juga mengkritik sikap Eropa terhadap pengungsi Suriah.

"Dalam beberapa hari mendatang (Perdana Menteri Inggris) Boris Johnson mengusulkan kepada Turki untuk mengadakan pertemuan negara Eropa anggota NATO terkait proyek pembangunan tempat tinggal untuk para pengungsi,” jelas dia.

Cavusoglu juga mengatakan bahwa dirinya akan pergi ke Jenewa sehari sebelum pertemuan komite konstitusi pada 30 Oktober untuk bertemu dengan menteri luar negeri Rusia dan Iran.

Cavusoglu menekankan operasi Turki melawan teror terkini dan yang sebelumnya selalu mendapatkan kritikan keras dari pihak-pihak yang mendukung kelompok teror YPG/PKK.

"Ada banyak reaksi negatif dan berlebihan selama proses ini. Tentu saja kami telah merespons kritikan tersebut.”

“Reaksi-reaksi ini mulai mengganas setelah kami mulai menggagalkan pembentukan negara teror dan memecahkan masalah besar di sana.”

“Sebagian besar kritikan keras itu datang dari negara seperti Israel dan Prancis," tukas Cavusoglu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA