Pengadilan India putuskan dukung umat Hindu atas kasus Masjid Babri

Kelompok Muslim yang tak puas dengan putusan itu akan merumuskan langkah segera, ujar pengacara

Pengadilan India putuskan dukung umat Hindu atas kasus Masjid Babri

NEW DELHI, India/ANKARA, Turki 

Situs Masjid Babri yang bersejarah sisa awal abad ke-16 diserahkan kepada umat Hindu untuk pembangunan Kuil RAM, menurut keputusan pengadilan tinggi India pada Sabtu.

Mahkamah Agung India juga memutusakan bahwa “sebidang tanah yang sesuai” seluas 5 hektar akan diberikan kepada Dewan Wakaf Sunni, baik oleh pemerintah pusat atau pemerintah provinsi untuk membangun masjid.

Kelompok Muslim yang direpresentasikan oleh Dewan Hukum Personal Muslim Seluruh India (AIMPLB) menyatakan ketidakpuasan atas putusan yang diteken oleh lima hakim dari pengadilan tinggi.

“Kami menghormati perintah [Mahkamah Agung] tapi tak puas dengan putusan itu. kami akan membicarakan tindakan selanjutnya,” ujar Zafaryab Jilani, pengacara dewan, dalam konferensi pers di New Delhi.

“Komite eksekutif AIMPLB, setelah berdiskusi dengan pengacara senior Rajiv Dhawan, akan memutuskan apakah perlu peninjauan,” ujar dia.

Dibangun pada 1528 di bawah pemerintahan Kaisar Mughal pertama Babur, masjid agung berikut tanah 2,77 hektar di Provinsi Uttar Pradesh di India dirobohkan oleh sekelompok Hindu radikal pada 1922. Hindu mengklaim, salah satu dewa mereka Lord Ram, lahir di masjid itu.

Pemerintah negara bagian di utara Uttar Pradesh membuat pengaturan keamanan terperinci setelah putusan pengadilan itu.

Menjelang putusan itu, Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan agar masyarakat tenang dan menyatakan bahwa vonis itu bukan kemenangan atau kekalahan salah satu pihak.

Dalam putusannya, Ketua Mahkamah Agung India Ranjan Gogoi merekomendasikan pemerintah untuk mempertimbangkan pembentukan skema Trust dalam waktu 3 bulan untuk membangun kuil.

“Kepemilikan halaman dalam dan luar [Masjid Babri] diserahkan kepada Trust,” kata Gogoi.

Organisasi Hindu sayap kanan India, Vishwa Hindu Parishad (VHP), atau Dewan Hindu Dunia, menyambut baik keputusan pengadilan tersebut.

Berbicara kepada Anadolu Agency, juru bicara VHP Sharad Sharma mengatakan: “Kebenaran telah menang dalam kasus ini. Kami senang dengan keputusan itu.”

“Sebagian besar argumen umat Hindu diterima Mahkamah Agung. Kami sekarang akan membuat [membangun] kuil di lokasi itu,” tambah Sharma.

Putusan pengadilan India atas situs bersejarah itu bertepatan dengan pembukaan gerbang Kartarpur oleh Pakistan, untuk merayakan ulang tahun kelahiran ke-550 Baba Guru Nanak, pendiri agama Sikh.

Terkait putusan atas Masjid Babri, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi mengatakan bahwa vonis itu “mengejutkan”.

Setelah keputusan pengadilan, Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan lewat Twitter agar semua pihak menghormati putusan pengadilan.

“Putusan ini seharusnya tidak dilihat sebagai kemenangan atau kekalahan sebelah pihak,” kata dia dalam serangkaian tweet.

“Mahkamah telah secara damai memutuskan persoalan yang berlangsung selama beberapa decade. Setiap sisi, setiap sudut pandang telah dipertimbangkan dalam waktu dan kesempatan memadai. Putusan ini akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses peradilan,” tambah Modi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA