Pembunuh Karlov dapat instruksi dari Imam terselubung FETO

Pengadilan Ankara menyebut pembunuhan Duta Besar Rusia di Ankara merupakan pesanan dari Imam FETO yang terselubung

Pembunuh Karlov dapat instruksi dari Imam terselubung FETO

ANKARA

Pembunuh duta besar Rusia untuk Turki Andrei Karlov menerima perintah untuk melakukan pembunuhan dari Imam terselubung Organisasi Teror Fetullah (FETO) pada 10 hari sebelum pembunuhan. Pernyataan tersebut berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum Ankara.

Pada hari Jumat, Jaksa Turki menuntut 28 tersangka, termasuk pemimpin kelompok teror Fetullah Gulen, dan anggota senior FETO lainnya, dan mengakhiri penyelidikan selama dua tahun.

Menurut dakwaan atas pembunuhan Karlov, mantan pejabat Otoritas Teknologi Informasi dan Komunikasi (BTK) Sahin Sogut adalah "imam terselubung" di balik aksi pembunuhan yang dilakukan Mevlut Mert Altintas.

Dakwaan itu juga menyebut bahwa Altintas dan Sogut saling terhubung melalui akun media sosial dan e-mail mereka.

10 hari sebelum pembunuhan, Sogut dan Altintas saling berkomunikasi dan Altintas mendapat instruksi yang harus dia lakukan terkait dengan pembunuhan itu, menurut surat dakwaan.

Karlov dibunuh di sebuah galeri seni di ibukota Turki pada 19 Desember 2016 oleh Altintas, seorang perwira polisi yang tidak bertugas dan juga terkait dengan FETO. Altintas kemudian ditembak mati oleh polisi saat mencoba untuk melarikan diri.

FETO dan pemimpinnya di AS, Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal 15 Juli 2016, serta menyebabkan 251 orang menjadi martir dan hampir 2.200 orang terluka.

Ankara juga menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA