Pemblokiran internet di Iran rugikan operator telekomunikasi USD90 juta

Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran menyatakan kerugian terbesar dari pemblokiran internet adalah para pedagang dan perusahaan yang menggunakan layanan internet

Pemblokiran internet di Iran rugikan operator telekomunikasi USD90 juta

TEHERAN

Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran Mohammad-Javad Azari Jahromi mengungkapkan operator telekomunikasi di negaranya mengalami kerugian sebesar USD90 juta akibat pemblokiran internet selama protes kenaikan bensin.

Berbicara kepada kantor berita Mahasiswa Iran (ISNA), Menteri Jahromi menyatakan bahwa kerugian terbesar dari pemblokiran internet adalah para pedagang dan perusahaan yang menggunakan layanan internet.

Otoritas kembali akan mengumumkan kerugian secara keseluruhan setelah bertemu dengan kamar dagang dan para pelaku usaha, tutur Jahromi.

Menurut laporan dari Badan Regulasi Telekomunikasi, operator GSM mengalami kerugian sebesar USD90 juta akibat pemutusan sementara layanan internet , dan pendapatan harian Perusahaan Pos Nasional Iran menurun sebesar 40 persen, ungkap Jahromi.

Bedasarkan Keputusan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada 16 November, otoritas membatasi akses internet untuk mencegah demonstrasi menyebar ke seluruh negeri. 

Lalu pada 25 November, pemerintah mulai membuka pemblokiran internet yang tersambung dengan jaringan kabel di banyak wilayah.

Namun hingga kini layanan internet untuk telepon selular di wilayah barat ibu kota Teheran, dan di provinsi Khuzestan dan Sistan-Baluchistan masih belum tersedia.

Masyarakat Iran menggelar aksi protes setelah pemerintah mengumumkan kenaikan bensin tiga kali lipat pada 15 November lalu.

Bangunan publik, bank, dan pom bensin di banyak kota dihancurkan dan sejumlah pasar dijarah selama aksi demonstrasi yang berlangsung selama tiga hari di negara tersebut.

Amnesty International mengatakan bahwa setidaknya 161 orang tewas dan tujuh ribu orang lainnya ditahan dalam demonstrasi tersebut. 

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA