Pekan depan, Menteri Retno safari ke Afrika bidik kerja sama ekonomi

Indonesia akan merealisasikan beberapa komitmen bisnis dengan negara-negara Afrika setelah disepakati dalam Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue di Bali pada Agustus 2019 lalu

Pekan depan, Menteri Retno safari ke Afrika bidik kerja sama ekonomi

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada pekan depan akan mengunjungi Senegal untuk bertemu dengan Presiden Macku Sall guna membahas kerja sama ekonomi.

Indonesia-Senegal akan menggarap proyek infrastruktur senilai USD250 juta yang diteken oleh BUMN PT WIKA dan pemerintah Senegal di sela-sela penyelenggaraan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue di Bali pada Agustus 2019, kata Kementerian Luar Negeri RI dalam sebuah pernyataan, Sabtu.

Menurut pernyataan tersebut, kerja sama Indonesia dan negara-negara Afrika terjalin baik, terutama sejak Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung.

Belakangan, kata Kemlu RI, proyek-proyek makin banyak ditangani antara lain renovasi Istana Presiden Niger senilai USD26,7 juta.

Kemudian kerja sama perawatan pesawat dan ground handling maskapai penerbangan Ethiopia senilai USD3,1 juta, kata pemerintah.

Dalam forum IAID, Indonesia membukukan transaksi bisnis sejumlah USD822 juta dengan sejumlah negara Afrika yaitu Niger, Senegal, Pantai Gading, Nigeria, Tanzania, Mozambik.

Tahun sebelumnya, juga disepakati komitmen bisnis senilai USD586 juta dengan sejumlah negara.

“Menteri Retno akan berbicara pada konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Senegal bekerja sama dengan IMF. Akan berbagi kisah sukses kerja sama pembangunan dan investasi Indonesia dengan berbagai negara di Afrika,” ujar pernyataan dari Kemenlu.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA