PBB: Perkawinan anak laki-laki menjadi lazim secara global

Menurut studi UNICEF di dunia ini ada 756 juta orang yang menikah saat masih anak-anak

PBB: Perkawinan anak laki-laki menjadi lazim secara global

WASHINGTON

Sekitar 115 juta anak laki-laki di dunia menjadi korban pernikahan anak, menurut studi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diluncurkan Jumat.

Menurut studi tersebut, satu dari lima dari mereka, atau 23 juta anak lelaki menikah sebelum usia 15 tahun.

Studi tersebut diselenggarakan oleh UNICEF dengan data dari 82 negara yang mencakup Afrika sub-Sahara, Karibia, Asia Selatan dan Asia Timur.

"Pernikahan dini membuat mereka jadi ayah lebih cepat. Itu menambah tekanan untuk menghidupi keluarga, menghambat pendidikan dan peluang kerja," kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore dalam siaran pers.

Menurut studi ini, Republik Afrika Tengah memiliki tingkat pernikahan anak laki-laki tertinggi diikuti oleh Nikaragua dan Madagaskar.

Angka-angka terbaru dari penelitian ini membuat jumlah orang, baik pria dan wanita, yang menikah sebagai anak-anak menjadi 765 juta.

Untuk anak perempuan, satu dari lima wanita berusia 20 hingga 24 menikah sebelum usia 18 tahun. Sedangkan anak laki-laki, satu dari 30 anak laki-laki atau pria muda menikah sebagai anak-anak.

"Anak-anak yang paling berisiko mengalami perkawinan anak berasal dari rumah tangga termiskin, tinggal di daerah pedesaan, dan memiliki sedikit atau tidak ada pendidikan," ujar studi tersebut.

PBB menganggap pernikahan sebelum usia 18 tahun merupakan pelanggaran mendasar hak asasi manusia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA