PBB: Korban tewas protes Irak naik jadi 254 orang

Korupsi, pengangguran dan kurangnya layanan dasar memicu gelombang protes kedua di Irak pada 25 Oktober

PBB: Korban tewas protes Irak naik jadi 254 orang

ISTANBUL

Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI) mengatakan 254 orang tewas di tengah protes anti-pemerintah di Irak yang dimulai sejak awal Oktober.

Laporan berjudul "Demonstrasi di Irak: diperbarui, 25 Oktober - 4 November 2019" yang dirilis pada Selasa mengatakan total 97 demonstran tewas di tengah gelombang kedua demonstrasi yang menyerbu Ibu Kota Baghdad, wilayah tengah dan selatan negara itu.

UNAMI menekankan bahwa pihaknya telah menemukan pelanggaran hak asasi manusia serius dan kekerasan selama protes dan menggarisbawahi bahwa ribuan demonstran juga terluka.

Laporan itu mengatakan setidaknya 16 kematian dan cedera berat diakibatkan oleh hantaman tabung gas air mata.

"Tidak ada pembenaran bagi pasukan keamanan untuk menembakkan tabung gas air mata atau perangkat suara dan kilatan langsung ke arah demonstran yang tidak bersenjata," kata Danielle Bell, kepala Kantor Hak Asasi Manusia UNAMI.

Sementara itu, laporan PBB sebelumnya yang meliput gelombang pertama protes di Irak mengatakan total 157 demonstran tewas dan 5.494 lainnya terluka.

Irak telah diguncang gelombang protes sejak bulan lalu yang menentang praktik korupsi, tingginya angka pengangguran, dan minimnya layanan dasar.

Menurut Bank Dunia, tingkat pengangguran kaum muda Irak mencapai sekitar 25 persen. Selain itu, Irak juga merupakan negara paling korup ke-12 di dunia.

Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia mengungkapkan bahwa setidaknya 260 orang tewas dan 12.000 lainnya terluka sejak aksi protes dimulai pada 25 Oktober.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA