PBB: Insiden berdarah dalam aksi protes di Irak mengerikan

Menurut PBB para demonstran yang melakukan aksi damai seharusnya dilindungi dan sudah waktunya menggelar dialog nasional

PBB: Insiden berdarah dalam aksi protes di Irak mengerikan

BAGHDAD 

Misi Bantuan PBB untuk Irak mengungkapkan bahwa aksi unjuk rasa yang direspons dengan kekerasan di negara itu merupakan hal mengerikan.

Jeanine Hennis-Plasschaert, kepala Misi Bantuan PBB untuk Irak mengatakan bahwa pertumpahan darah yang terus-menerus terjadi di Irak membuat pihaknya khawatir.

Plasschaert menekankan bahwa kekerasan hanya akan menimbulkan kekerasan lainnya.

Dia mengatakan para demonstran yang ikut dalam aksi damai harus dilindungi dan sudah waktunya untuk menggelar dialog nasional.

Irak telah diguncang gelombang protes sejak bulan lalu yang menentang praktik korupsi, tingginya angka pengangguran, dan minimnya layanan dasar.

Kemarahan warga Irak meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena tingginya angka pengangguran dan korupsi yang merajalela.

Banyak warga tidak memiliki akses ke layanan dasar seperti listrik dan air bersih.

Menurut Bank Dunia, Irak memiliki tingkat pengangguran di kalangan pemuda sekitar 25 persen.

Negara itu juga menempati peringkat ke-12 sebagai negara paling korup di dunia berdasarkan hasil survei sejumlah organisasi transparansi.

Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia mengungkapkan bahwa setidaknya 260 orang tewas dan 12.000 lainnya terluka sejak aksi protes dimulai pada 25 Oktober.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA