Pasca-gempa 2017, pembangunan Meksiko capai 30 persen

Administrasi saat ini mengatakan masih banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan

Pasca-gempa 2017, pembangunan Meksiko capai 30 persen

GUADALAJARA, Meksiko

Dua tahun setelah gempa bumi yang menewaskan sedikitnya 360 orang, Meksiko terus membangun kembali negaranya dan hingga Kamis hanya berhasil merekonstruksi 30 persen dari kerusakan yang tersisa setelah bencana berkekuatan 7,1 skala Richter.

Dua periode pemerintahan telah berupaya membangun kembali negara itu sejak gempa bumi mengguncang Puebla dan negara bagian sekitarnya pada 19 September 2017.

Namun, pemerintahan saat ini mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Dalam konferensi pers tentang pembangunan kembali, Menteri Pembangunan Roman Meyer Falcon mengatakan 700 kota telah menyatakan diri hancur dan lebih dari 186.000 rumah rusak.

Menurut Falcon, sejak gempa terjadi upaya renovasi tidak memadai.

"Pemerintahan sebelumnya tidak memiliki angka pasti yang dapat diandalkan untuk mengetahui berapa banyak perusahaan yang terpengaruh dan kadang-kadang, pemulihan lebih lambat dari apa yang mereka sarankan," ujar dia.

Menurut penelitian pemerintah, di negara bagian Chiapas dan Guerrero, lebih dari setengah kepala keluarga melaporkan menerima dukungan yang tidak memadai dari pemerintah untuk proses pembangunan kembali.

Lebih buruk lagi, di Chiapas sekitar 33 persen keluarga mengaku tidak pernah menerima bantuan sama sekali.

Banyak keluarga menggunakan sumber daya mereka sendiri untuk proses pembangunan kembali.

"Kami menunjukkan bahwa kami di sini untuk memulihkan waktu yang hilang dan tidak ada yang akan tertinggal," kata Meyer Falcon.

Pada akhir tahun ini, pemerintah berharap 41 persen dari perumahan yang rusak bisa dipulihkan dan 71 persen bangunan untuk layanan pendidikan, budaya dan kesehatan akan dibangun kembali.

Pemerintah mengatakan akan fokus membantu orang-orang yang terpinggirkan, seperti masyarakat adat.

David Cervantes, yang bertanggung jawab atas program rekonstruksi di negara, mengatakan pemerintah juga akan memprioritaskan transparansi.

Pemerintah membuat situs web yang memudahkan warga negara Meksiko mendapat informasi terbaru tentang proses tersebut.

“Program baru ini bekerja untuk menjamin inklusi dan tidak ada diskriminasi dalam bentuk apa pun. Setiap orang yang terkena dampak harus diikutsertakan,” kata Cervantes.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA