Palestina tolak Trump jadi mediator dialog dengan Israel

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun mengatakan Palestina meragukan niat dan tujuan Trump

Palestina tolak Trump jadi mediator dialog dengan Israel

JAKARTA 

Palestina meragukan niat dan tujuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin memediasi dialog perundingan Palestina dengan Israel.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun mengatakan keinginan Trump tersebut mengejutkan dunia, termasuk juga Palestina karena di luar dugaan.

“Kalau AS ingin jadi mediator, maka perdamaian dari masalah ini (konflik dengan Israel) tidak akan terwujud,” tegas Zuhair dalam peringatan Hari Nakbah ke 71 di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Presiden Amerika Serikat selalu berada di belakang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu selama proses pemilihan umum yang lalu, sehingga tidak mungkin tidak ada tujuan dibalik keinginan Trump tersebut.

“AS tidak mungkin berpihak pada kami sehingga kami yakin ini hanya permainan saja dan kami tidak yakin Trump betul-betul ingin jadi mediator,” ketus Zuhair.

Dia menjelaskan banyak peraturan internasional yang diputuskan dalam sidang umum PBB dan pertemuan internasional yang memberatkan upaya Palestina menyelesaikan permasalahan penjajahan Israel ini.

“Banyak yang tidak bisa kita sampaikan karena kondisi tidak memungkinkan. Dunia juga tidak bisa bergerak banyak menolong kami,” lanjut dia

Zuhair juga menambahkan banyak hal yang AS lakukan untuk seakan-akan menyelesaikan masalah ini, termasuk untuk perdamaian kedua negara.

“Namun, AS justru menyampaikan pada dunia bahwa Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan itu adalah pelanggaran internasional dan dikecam dunia,” ungkap Zuhair.

Amerika Serikat bahkan menghentikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina yang disalurkan melalui United Nations Relief and Work Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA).

Dia menambahkan kondisi tersebut semakin memberatkan perjuangan Palestina, sementara AS dan Israel perlahan-lahan menggerogoti wilayah Palestina dengan menganggapnya sebagai bagian dari wilayah Israel.

“AS memperlihatkan dirinya dalam permusuhan dunia dan senang serta bangga melakukan itu,” kata Zuhair.

Dia menegaskan bahwa rakyat Palestina dan jajaran pemerintahannya tidak akan tinggal diam menghadapi penjajahan ini.

“Kami senantiasa cinta damai dan keamanan serta berharap bisa mewujudkan sebuah negara yang merdeka,” imbuh Zuhair.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA