Palestina: Jika Israel ambil tanah kami, perjanjian berakhir

Abbas menanggapi janji Netanyahu yang mengatakan akan mencaplok Lembah Yordania jika memenangkan pemilu Israel pekan depan

 Palestina: Jika Israel ambil tanah kami, perjanjian berakhir

Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Selasa memperingatkan jika Israel mencaplok bagian wilayah Tepi Barat, semua perjanjian yang ditandatangani dengan Palestina akan berakhir.

"Semua perjanjian dan kewajiban yang dihasilkannya akan berakhir jika pihak Israel mencaplok Lembah Yordania, Laut Mati utara dan bagian mana pun dari wilayah Palestina yang diduduki pada 1967," kata Abbas dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita WAFA Palestina.

Pernyataan itu muncul sebagai tanggapan atas janji Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang akan mencaplok Lembah Yordania dan sejumlah permukiman jika terpilih kembali dalam pemilu pekan depan.

Abbas menekankan bahwa Palestina memiliki hak untuk membela hak-haknya dan mencapai tujuan dengan segala cara yang tersedia, terlepas dari konsekuensinya.

"Pernyataan Netanyahu bertentangan dengan resolusi PBB dan hukum internasional," tegas dia.

Sebelumnya, Netanyahu mengatakan bahwa Israel akan memberlakukan kedaulatannya atas Lembah Yordania dan permukiman lainnya di Tepi Barat jika dia memenangkan pemilihan umum 17 September.

Sekitar 650.000 orang Yahudi Israel saat ini tinggal di lebih dari 100 permukiman yang dibangun sejak 1967, ketika Israel mulai menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Palestina menginginkan wilayah ini - bersama dengan Jalur Gaza - menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan menganggap semua kegiatan pembangunan permukiman Yahudi di sana sebagai tindakan ilegal.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA