Pakar: Pemuda Turki buat rencana karier tradisional

Ekspektasi ketenagakerjaan Generasi Y mirip dengan Generasi Baby Boom dan Generasi X, kata Evrim Kuran, pakar studi generasi

Pakar: Pemuda Turki buat rencana karier tradisional

ANKARA

Orang-orang muda di Turki masih mencari keamanan pekerjaan, status hidup yang lebih baik dan jalur karier terbuka, kata pakar studi generasi, Rabu.

Dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Evrim Kuran, direktur perusahaan riset dan konsultan perusahaan pemberi kerja, mengatakan ekspektasi ketenagakerjaan generasi Y di Turki serupa dengan yang terjadi pada Baby Boomers dan Generasi X.

Secara umum, orang yang lahir antara 1946 dan 1964 dikenal sebagai Baby Boomers dan Generasi X lahir antara 1965 dan 1979, sementara mereka yang lahir antara 1980 dan 1994 dikenal sebagai Generasi Y.

Generasi Z, yang baru mulai memasuki dunia kerja, lahir setelah tahun 1996.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa tingkat stres orang muda Turki sangat tinggi dibandingkan dengan banyak negara lain," kata Kuran.

Kuran mengatakan lulusan baru dan mahasiswa di Turki memiliki harapan yang lebih tradisional, yang tidak mengejutkan.

Dia mencatat bahwa jumlah wirausahawan muda yang tidak mencukupi dapat secara langsung terkait dengan sistem pendidikan negara.

"Sistem kami tidak mendukung pemikiran kritis dan kecerdasan kreatif, yang merupakan kompetensi terpenting abad ini.

"Karena itu, tidak banyak anak muda yang mengejar inovasi, mengambil risiko dan dapat bekerja dengan ketidakpastian," kata Kuran.

Sambil menekankan bahwa Generasi Y memiliki orang tua yang kurang represif, dia mengatakan itu tidak benar bahwa mereka tumbuh lebih nyaman dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

"Kami secara singkat berbicara tentang generasi yang menghadapi pengangguran, ketidakmampuan, kurangnya bakat dan profesionalisme.

"Hari ini, sayangnya, banyak studi global komparatif menunjukkan bahwa kaum muda di negara kita tidak dapat memperoleh kompetensi dan menggunakannya dalam karier mereka," katanya.

Penelitian saja tidak cukup

Meskipun ada banyak universitas di Turki, Kuran mengatakan sebagian besar kualifikasi lulusan tidak cukup untuk mendapatkan pekerjaan.

"Sudah terlambat untuk menunggu dan membentuk semacam kompetensi di universitas," kata dia.

"Bakat muda harus diinvestasikan mulai dari periode pendidikan dasar mereka."

Menunjukkan betapa sulitnya untuk berhasil dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, kata Kuran, seraya mengatakan sejumlah besar upaya individu harus dilakukan.

"Dengan kata lain, orang tua dan orang muda di Turki harus mendorong lebih banyak dan bekerja keras dibandingkan dengan ekonomi paling maju di dunia," tambah dia.

Kuran mencatat bahwa berbagai studi tentang Generasi Y telah dilakukan selama satu dekade, menyediakan infrastruktur yang berarti untuk melakukan penelitian tentang Generasi Z.

"Namun, mengidentifikasi generasi atau melakukan penelitian untuk memahami mereka tidak cukup," kata Kuran. 

Menurut dia, tindakan yang menguntungkan dalam teori yang gagal dalam praktik tidak ada gunanya.

Dia mendesak sektor publik untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam studi ini dan bekerja pada model yang dimodifikasi.

"Poin kritisnya adalah apa yang akan disumbangkan lembaga dan pemimpin bagi generasi mendatang.

"Mereka harus memutuskan nilai mana dari generasi yang lebih tua yang akan dianut dan bagaimana memanfaatkannya dengan generasi baru," tambahnya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA