Pakar PBB: Zimbabwe di ambang kelaparan buatan

Pernah menjadi lumbung roti Afrika, 60 persen penduduk Zimbabwe sekarang berada di ambang kelaparan buatan manusia, kata pelapor khusus PBB

Pakar PBB: Zimbabwe di ambang kelaparan buatan

JENEWA

Seorang pakar PBB mengungkapkan bahwa kelaparan buatan manusia perlahan-lahan mendekati Zimbabwe, meskipun negara itu memiliki perlindungan konstitusional atas hak atas makanan dan serangkaian hukum serta kebijakan berbasis hak asasi manusia yang mutakhir.

Hilal Elver, pelapor khusus PBB tentang hak atas makanan, mempresentasikan temuannya pada Kamis, setelah mengunjungi negara di selatan Afrika itu pada 18-28 November.

“Lebih dari 60 persen populasi suatu negara yang dulunya dianggap sebagai lumbung roti Afrika sekarang dianggap tidak aman pangan, dengan sebagian besar rumah tangga tidak dapat memperoleh cukup makanan untuk memenuhi kebutuhan dasar karena hiperinflasi,” kata Elver.

Dia mendesak pemerintah Zimbabwe untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi ketergantungan negara itu pada makanan impor, terutama jagung.

"Di daerah pedesaan, 5,5 juta orang saat ini menghadapi kerawanan pangan karena curah hujan yang buruk dan pola cuaca yang tidak menentu berdampak pada panen dan mata pencaharian," kata pakar PBB itu.

Sementara itu, di daerah perkotaan, sekitar 2,2 juta orang kekurangan pangan dan tidak memiliki akses ke layanan publik dasar, termasuk kesehatan dan air bersih.

"Ini adalah angka yang mengejutkan, dan krisis terus memburuk karena kemiskinan dan pengangguran yang tinggi, korupsi yang meluas, ketidakstabilan harga yang parah, kurangnya daya beli, produktivitas pertanian yang buruk, bencana alam, kekeringan berulang dan sanksi ekonomi sepihak," ujar Elver.

Pelapor khusus PBB itu mengatakan bahwa wanita dan anak-anak adalah golongan yang paling menderita.

"Mayoritas anak-anak yang saya temui terhambat [pertumbuhannya] dan kekurangan berat badan," tutur dia.

Elver mencatat bahwa kematian anak-anak akibat gizi buruk telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

"Setidaknya 90 persen anak-anak Zimbabwe berusia enam bulan hingga dua tahun tidak mengonsumsi makanan minimum yang seharusnya diterima,” tambah dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA