Pakar: AS remehkan kekhawatiran Turki di Suriah utara

Dukungan AS untuk YPG di kawasan itu telah menjadi bom waktu sejak 2014

Pakar: AS remehkan kekhawatiran Turki di Suriah utara

WASHINGTON

Peneliti senior dari Institut Brookings mengatakan Amerika Serikat meremehkan kekhawatiran Turki tentang YPG, cabang kelompok teroris PKK di Suriah, yang mendorong pasukan Turki untuk maju ke Suriah utara.

Amanda Sloat menulis sebuah artikel di The Washington Post, mengatakan bahwa dukungan AS untuk YPG di wilayah tersebut telah menjadi bom waktu yang berdetak sejak 2014.

Pada Rabu, Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada Rabu untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Turki mengatakan kelompok teroris PKK dan cabangnya YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.

"Mantan Presiden AS Barack Obama juga tidak mendukung permintaan Turki untuk menciptakan zona penyangga guna menjauhkan teroris YPG dari perbatasannya," kata Sloat

Dia menambahkan bahwa usulan Ankara untuk membentuk pasukan dari kelompok oposisi Suriah juga ditolak oleh pemerintahan Obama saat itu.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.

Sloat mengatakan Washington tidak mengkategorikan YPG sebagai entitas teroris.

"Kedua kelompok beroperasi di bawah struktur komando yang sama, dan para pejuang bergerak bebas di antara mereka. Memang, YPG efektif secara militer sebagian karena pengalaman para anggotanya di Turki," tulis dia.

Dia menekan kembali bahwa YPG juga berusaha untuk menghubungkan tiga wilayah di Suriah utara menjadi wilayah otonom tunggal.

"Namun wilayah ini, berbatasan dengan bagian tenggara Turki, tempat sebagian besar penduduk Kurdi tinggal. Turki khawatir bahwa penguatan YPG Amerika Serikat di Suriah dapat mendorong PKK untuk memperbarui konflik di dalam negeri," kata Sloat.

Dia mengatakan AS harus mempertahankan hubungannya dengan Turki meskipun harus menjadi sekutu yang menantang.

"Tapi Turki tetap menjadi sekutu mayoritas Muslim yang penting di wilayah kritis. Dan, mengingat geografinya, negara itu memiliki ketertarikan yang jelas pada kestabilan Suriah," tulis Sloat.

Sejak 2016, Turki telah melakukan dua operasi militer besar di Suriah barat laut - Operas Perisai Eufrat dan Ranting Zaitun - untuk membersihkan wilayah dari kelompok teroris Daesh dan YPG.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA