Pada 2025, Qatar simpan lebih dari 5 juta ton karbon dioksida per tahun

Qatar mengembangkan fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon sekaligus meningkatkan kapasitas gas alam cairnya

Pada 2025, Qatar simpan lebih dari 5 juta ton karbon dioksida per tahun

ANKARA 

Qatar sedang mengembangkan proyek penangkapan dan penyimpanan karbonnya untuk menahan lebih dari lima juta ton emisi karbon (CO2) per tahun pada 2025.

Hal itu diumumkan oleh Menteri Urusan Energi Qatar Saad Sherida Al-Kaabi pada Selasa, selama Konferensi Minyak & Uang ke-40 di London.

Langkah itu berkaitan erat dengan target negara untuk menambah volume gas alam cair (LNG).

"Kami percaya bahwa gas alam adalah bahan bakar terbaik dalam transisi energi, karena itu serbaguna, fleksibel, ekonomis, dan juga bersih," kata Al-Kaabi, seraya menekankan bahwa negaranya akan mempelopori fasilitas penangkapan karbon.

"Kami sudah berhasil menggunakan fasilitas di Ras Laffan sebagai fasilitas pemulihan dan penyerapan CO2 terbesar di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara dengan kapasitas 2,1 juta ton per tahun," papar dia.

Untuk emisi gas rumah kaca, Qatar menginvestasikan ratusan juta dolar untuk Proyek Perluasan LNG Ladang Utara.

Melalui investasi ini, mereka bermaksud untuk menerapkan teknologi yang akan mengurangi 25 persen emisi gas rumah kaca.

Proyek Perluasan LNG Ladang Utara akan meningkatkan kapasitas produksi LNG Qatar dari 77 juta ton per tahun (Mtpa) menjadi 110 Mtpa, yang juga menyumbang peningkatan kapasitas produksi LNG hingga sekitar 43 persen.

Produksi gas pertama dari proyek ekspansi diharapkan akan terelasi akhir tahun 2023.

Dia menambahkan bahwa upaya besar telah dilakukan untuk menghasilkan LNG yang paling ramah lingkungan di industri ini.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA