Operasi Turki di utara Suriah bertujuan ciptakan perdamaian

Tujuan operasi militer Turki di Suriah untuk mengamankan perbatasannya dari kelompok teroris, memastikan pengungsi kembali dengan aman ke negara mereka, dan menjaga integritas wilayah

Operasi Turki di utara Suriah bertujuan ciptakan perdamaian

ANKARA 

Turki siap meluncurkan operasi lain di Suriah untuk mengamankan perbatasannya dari unsur kelompok teroris serta memastikan pengungsi Suriah dapat kembali dengan aman ke negara mereka.

Tujuan operasi tersebut juga untuk menjaga integritas wilayah Suriah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pada hari Minggu bahwa negaranya siap untuk meluncurkan operasi militer di sebelah timur Sungai Eufrat, utara Suriah untuk membersihkan wilayah tersebut dari para teroris.

Presiden Erdogan menegaskan bahwa negaranya memiliki tujuan untuk membangun perdamaian di timur Sungai Eufrat dengan membersihkan wilayah utara Suriah dari kelompok teroris.

"Turki mendukung integritas teritorial Suriah dan kesatuan politik dan konstitusi Suriah," ungkap Erdogan dalam sebuah pernyataan sebelumnya.

Dia menambahkan bahwa satu-satunya alasan kehadiran Turki di Suriah adalah untuk mengatasi masalah ancaman teror di perbatasannya yang telah menjadi penghalang kembalinya warga Suriah.

"Sejak awal krisis di Suriah, kami telah mendukung integritas wilayah negara ini, dan kami akan terus mendukungnya," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengungkapkan bahwa negaranya tak berkeinginan untuk merampas tanah milik siapa pun.

Dia menggarisbawahi bahwa negaranya berusaha mempertahankan integritas teritorial Suriah.

Pembentukan zona aman di tanah Suriah memiliki dua tujuan, ungkap Kalin.

“Pertama untuk mengamankan perbatasan Turki dengan membersihkannya dari kelompok-kelompok teroris dan kedua untuk menfasilitasi para pengungsi kembali ke negaranya secara aman,” ungkap Kalin.

Jubir Kalin juga menekankan bahwa tekad Turki dalam hal ini sudah bulat.

Suriah telah lama jatuh dalam perang saudara sejak awal 2011, ketika rezim Bashar al-Assad mengintervensi aksi protes pro-demokrasi.

Sejak saat itu, ratusan ribu orang telah terbunuh dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi, menurut laporan PBB.

Eropa sejak 2011.

Sejak 2016, operasi Perisai Eufrat dan Ranting Zaitun oleh pasukan Turki di barat laut Suriah telah membebaskan wilayah tersebut dari teroris YPG/PKK dan Daesh, memungkinkan warga yang melarikan diri dari kekerasan untuk kembali ke kampung halaman mereka.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA