Menteri Pertahanan Turki: Suriah harus berhenti serang Idlib

Pasukan Assad harus kembali ke perbatasan yang ditentukan oleh Perjanjian Astana, kata Hulusi Akar

Menteri Pertahanan Turki: Suriah harus berhenti serang Idlib

HATAY, Turki

Rezim Suriah harus mengakhiri serangan di Idlib selatan dan pasukannya harus kembali ke perbatasan yang ditentukan Perjanjian Astana, tegas menteri pertahanan Turki pada Jumat.

"Kami mengharapkan Federasi Rusia mengambil langkah-langkah efektif dan tegas mencegah pelanggaran dan serangan pada masa-masa selanjutnya," kata Hulusi Akar pada pertemuan di provinsi Hatay selatan.

Hulusi Akar menegaskan rezim Assad berusaha memperluas wilayah kontrolnya di selatan Idlib dengan melawan Perjanjian Astana.

Serangan Assad, kata Hulusi Akar, telah menewaskan korban sipil dan memaksa warga meninggalkan tempat tinggalnya.

"Masalah kemanusiaan terus tumbuh dari hari ke hari dan semakin berubah menjadi bencana."

Serangan-serangan itu juga menimbulkan ancaman bagi pos-pos pengamatan Turki di wilayah itu, mengganggu patroli dan gerakan angkatan bersenjata Turki.

"Ini mengarah pada gangguan kegiatan Turki, menuntut setiap upaya untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah perjanjian bilateral Astana," kata Akar.

"Turki sadar tanggung jawabnya dan akan melakukan segala upaya sejalan dengan perjanjian bersama Rusia untuk keamanan dan kedamaian orang-orang tak berdosa di kawasan itu."

September lalu, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi, di mana tindakan agresi sangat dilarang.

Suriah baru saja keluar dari konflik dahsyat yang dimulai sejak 2011, ketika rezim Assad menindak demonstran dengan tingkat keganasan tak terduga.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA