Menlu Turki, Sekjen NATO bertemu bahas penundaan operasi di Suriah

Cavusoglu dan Stoltenberg membahas kesepakatan yang telah dicapai soal penundaan operasi untuk memungkinkan penarikan teroris YPG/PKK

Menlu Turki, Sekjen NATO bertemu bahas penundaan operasi di Suriah

ANKARA

Menteri luar negeri Turki berbicara dengan kepala aliansi NATO pada Jumat, membahas kesepakatan yang dicapai dengan AS soal penundaan operasi anti-teror Turki di Suriah utara.

Mevlut Cavusoglu dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg bertemu setelah kesepakatan yang dicapai pada Kamis malam, di mana Turki menunda Operasi Mata Air Perdamaian selama 120 jam untuk memungkinkan penarikan teroris YPG/PKK dari zona aman yang direncanakan.

Turki menjadi anggota NATO pada 1952 dan memiliki pasukan terbesar kedua di aliansi tersebut setelah Amerika Serikat.

Ankara meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Menurut Turki, kelompok teroris PKK dan cabangnya YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA