Menlu Turki: Kami tidak takut pada sanksi

Tidak ada negara yang mampu menurunkan perekonomian Turki, kata Mevlut Cavusoglu

Menlu Turki: Kami tidak takut pada sanksi

ANKARA 

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menegaskan bahwa negaranya tidak takut akan sanksi.

“Jika Turki takut akan sanksi, kami tidak akan memulai operasi ini [di Suriah utara]. Ini adalah masalah keamanan nasional yang vital bagi kami,” kata Cavusoglu, kepada media Jerman Deutsche Welle, Sabtu.

Dia menegaskan kembali bahwa Turki akan menanggapi secara langsung kemungkinan sanksi Amerika Serikat dan menekankan bahwa tidak ada negara yang memiliki kemampuan untuk menurunkan perekonomian Turki.

Pada Jumat, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan Presiden Donald Trump telah mengesahkan perintah eksekutif yang memungkinkan Departemen Keuangan berkonsultasi dengan presiden dan Sekretaris Negara Mike Pompeo soal otoritas sanksi baru yang sangat signifikan dan dapat dijatuhkan pada setiap orang yang terlibat dengan pemerintah Turki.

"Presiden prihatin dengan serangan militer yang sedang berlangsung dan penargetan potensial warga sipil, infrastruktur sipil, etnis atau agama minoritas dan juga presiden ingin menjelaskan bahwa sangat penting bahwa Turki tidak mengizinkan bahkan satu pun pejuang Daesh untuk melarikan diri," kata Mnuchin.

Dia menggarisbawahi bahwa Turki memerangi terorisme dan AS seharusnya tidak mendukung kelompok teror YPG/PKK.

"Kami tidak menengahi dan bernegosiasi dengan teroris. Satu-satunya yang harus dilakukan adalah membiarkan teroris mengambil senjata mereka," ujar Mnuchin.

Dia juga mengatakan bahwa sejumlah negara Uni Eropa khususnya Prancis mendukung kelompok-kelompok teror di wilayah tersebut.

Mengacu pada tahanan di penjara yang berada di bawah kendali kelompok teror SDF, dia mengatakan langkah-langkah yang diperlukan akan diambil untuk menuntut mereka.

Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada Rabu untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Menurut Turki, kelompok teroris PKK dan cabangnya YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA