Mantan presiden Brasil bebas dari penjara

Luiz Inacio Lula da Silva mengajukan pembebasan Jumat lalu

Mantan presiden Brasil bebas dari penjara

BUENOS AIRES 

Pengadilan Brasil menerima pengajuan pembebasan mantan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dengan segera, menurut pengadilan tinggi negara itu pada Jumat.

Sidang Pengadilan Kriminal Federal Curitiba itu dipimpin oleh hakim Danilo Pereira Jr, dengan dakwaan pencucian uang dan korupsi.

“Mereka bukan memenjarakan manusia, mereka mencoba membunuh ide,” kata Lula dalam pidato di hadapan massa di depan markas polisi federal di Curitiba, tempat dia dipenjara selama 580 hari.

“Brasil tidak membaik, Brasil memburuk,” kata dia, mengkritik pemerintah.

Lula bersumpah untuk terus berjuang demi rakyat jelata Brasil.

Lula mengajukan permohonan pembebasan segera pada Jumat lalu, menurut saluran TV TeleSur yang berbasis di Caracas.

Pada hari yang sama, Mahkamah Agung memutuskan untuk menerima pengajuan Lula dan mengakhiri pidana penjara wajib yang dilakukan setelah banding pertama.

Tak hanya Lula, putusan itu sekaligus membebaskan puluhan narapidana terkenal.

Ikon Partai Buruh Brasil berusia 74 tahun itu menjalani hukuman selama 12 tahun, sejak 2018.

Dia dituduh terlibat dalam kasus suap eksekutif perusahaan minyak Petrobas sebagai imbalan atas kontrak konstruksi.

Lula yang memimpin Brasil pada 2003-2010 maju dalam pemilihan tahun lalu, berhadapan dengan Presiden Jair Bolsonaro.

Namun hakim Sergio Moroyang kini menjadi menteri kehakiman di pemerintahan Bolsonaro menjegalnya dengan kasus korupsi.

* ditulis oleh Gozde Bayar

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA