Mantan karyawan Twitter mata-matai pembangkang Arab Saudi

Kasus ini meningkatkan kekhawatiran tentang hubungan AS dengan sekutunya Arab Saudi

Mantan karyawan Twitter mata-matai pembangkang Arab Saudi

NEW YORK 

Departemen Kehakiman AS mendakwa dua mantan karyawan Twitter yang memata-matai pengguna atas permintaan Pemerintah Arab Saudi, lansir The Washington Post, Rabu.

Kasus ini meningkatkan kekhawatiran tentang hubungan AS dengan sekutunya, Arab Saudi, serta kekhawatiran terhadap ancaman otokrat yang memata-matai pengguna media sosial yang berbasis di Silicon Valley itu.

Menurut harian itu, mantan karyawan Twitter Ahmad Abouammo, warga negara AS, ditangkap pada Selasa setelah diduga memata-matai tiga pengguna atas nama pemerintah di Riyadh.

Mantan karyawan lain, Ali Alzabarah, seorang warga negara Saudi, dituduh mengakses informasi pribadi sekitar 6.000 akun Twitter pada 2015, termasuk pembangkang politik Omar Abdulaziz.

Jaksa juga mendakwa warga negara Saudi lainnya, Ahmed Almutairi, dengan tuduhan bertindak sebagai perantara antara pejabat Saudi dan karyawan Twitter yang nakal.

Alzabarah dan Almutairi diketahui sedang berada di Arab Saudi.

Jaksa mengatakan ketiga terdakwa bekerja sama dalam koordinasi dengan seorang pejabat Saudi yang memimpin organisasi amal milik Putra Mahkota Mohammad bin Salman.

Meskipun nama pejabat itu tidak disebutkan dalam dakwaan, The Washington Post mengidentifikasinya sebagai Bader Al Asaker, yang menjalankan badan amal Misk atas nama putra mahkota.

Ketegangan antara Riyadh dan Washington Post juga meningkat sejak Oktober 2018, ketika tim eksekusi Saudi membunuh jurnalis Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post dan kritikus Mohammad bin Salman (MBS), di konsulat Saudi di Istanbul.

Presiden AS Donald Trump sejak itu mempertahankan hubungan dengan Riyadh, tetapi laporan CIA menyimpulkan bahwa MBS memerintahkan pembunuhan Khashoggi dan anggota parlemen AS telah mendesak pemerintah untuk menjauhkan diri dari kerajaan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA