Malaysia usut dugaan keterlibatan China dalam mega skandal 1MDB

China diduga membantu menghalangi penyelidikan skandal 1MDB dari negara-negara internasional

Malaysia usut dugaan keterlibatan China dalam mega skandal 1MDB

JAKARTA

Malaysia tengah mengusut dugaan keterlibatan China dalam skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB), lansir Channel News Asia pada Selasa.

Langkah ini menyusul laporan Wall Street Journal (WSJ) yang menyebut keterlibatan para petinggi China dalam menutupi skandal 1MDB.

China diduga membantu menghalangi penyelidikan skandal 1MDB dari negara-negara internasional sebagai timbal balik atas proyek-proyek infrastruktur yang menguntungkan.

Timbal balik itu berupa proyek-proyek kereta api dan pipa sebagai kepentingan dari proyek One Belt One Road.

One Belt One Road merupakan inisiatif Presiden Xi Jinping terkait skema kerja sama ekonomi kawasan yang berfokus pada pembangunan infrastruktur yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika.

WSJ juga melaporkan China menawarkan untuk menaruh mikrofon mini di rumah-rumah dan kantor reporter WSJ di Hong Kong yang sedang menyelidiki kasus 1MDB.

Langkah ini dilakukan guna mengetahui siapa yang membocorkan informasi kepada mereka.

WSJ melaporkan bahwa kementerian luar negeri China sebelumnya telah membantah bahwa uang dalam program itu digunakan untuk membantu menyelamatkan 1MDB.

Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengatakan belum dapat membenarkan laporan WSJ. Namun Malaysia tetap akan mengusut kasus ini.

"Kami tahu bahwa harga (proyek dengan China) meningkat, tetapi apakah ada kesepakatan seperti itu, saya harus memeriksa," ujar Lim saat konferensi pers di kementerian keuangan di Putrajaya.

Laporan WSJ juga mengutip hasil pertemuan antara anggota pemerintah Najib dengan para pemimpin China serta pembicaraan rahasia antara kedua belah pihak.

"Saya tertarik untuk memiliki salinan dari notulen itu oleh WSJ," kata Lim.

“Tapi saya harus merujuk kembali untuk melihat apakah ada detail atau hal yang secara eksplisit dikatakan. Jika memang begitu, ini adalah sesuatu yang akan kami kejar,” terang Lim.

Pada 2015, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dituduh mentransfer hampir USD 700 juta dari 1MDB, perusahaan pembangunan strategis milik pemerintah, ke rekening bank pribadinya.

Najib didakwa dengan pasal berlapis terkait pelanggaran kriminal kepercayaan (CBT) dan penyalahgunaan kekuasaan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA