Liga Arab kritik Moldova yang pindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem

Menurut Liga Arab, keputusan itu merupakan ancaman terbuka bagi rakyat Palestina

Liga Arab kritik Moldova yang pindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem

ANKARA

Liga Arab mengecam keputusan Moldova yang memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke kota Yerusalem yang diduduki.

"Langkah ini jelas-jelas melanggar hukum internasional dan resolusi yang relevan dari legitimasi internasional," kata Liga Arab dalam siaran pers.

Liga Arab menambahkan bahwa keputusan itu merupakan ancaman terbuka bagi rakyat Palestina.

Mereka juga mendesak pemerintah Moldova untuk mengubah sikapnya yang bisa berdampak negatif pada sistem hukum internasional serta hubungan dengan negara-negara Arab.

"Sebagai wilayah Arab yang diduduki, kota suci Al Quds masih menjadi kriteria untuk menilai hubungan antara negara-negara Arab dan negara-negara lain di dunia," tambah Liga Arab.

Moldova adalah negara termiskin di Eropa dan tak memiliki pemerintahan sejak pemilihan umum digelar pada Februari.

Pekan lalu, blok Acum yang pro-Uni Eropa dan kaum sosialis yang pro-Moskow berhasil membentuk pemerintah koalisi untuk menjatuhkan dugaan oligarki yang dipimpin oleh Vladimir Plahotniuc, pemimpin Partai Demokrat.

Israel terus berupaya meyakinkan negara-negara untuk memindahkan fasilitas diplomatik mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejauh ini, hanya Amerika Serikat dan Guatemala yang memindahkan kedutaan besar mereka.

Yerusalem masih menjadi poros konflik Timur Tengah, karena warga Palestina mengingkan Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina di masa mendatang.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA