Libya tuding Uni Emirat Arab serang petugas medis

Drone milik UEA kemarin menyerang sebuah ambulans di daerah Al-Sawani di selatan ibu kota Tripoli

Libya tuding Uni Emirat Arab serang petugas medis

TRIPOLI 

Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui secara internasional oleh PBB menuding Uni Emirat Arab (UEA) bertanggung jawab atas serangan terhadap petugas medis.

Pasukan Libya yang menggelar Operasi "Burkan al-Ghadab" mengungkapkan via media sosial bahwa pesawat tanpa awak atau drone milik UEA Selasa kemarin menyerang sebuah ambulans di daerah Al-Sawani di selatan ibu kota Tripoli.

Pernyataan itu tak memberikan informasi terkait korban jiwa atau luka-luka akibat serangan itu.

Namun pasukan GNA membagikan gambar ambulans yang rusak akibat serangan udara tersebut.

Pada dua hari lalu pasukan Khalifa Haftar juga menghantam sebuah ambulans di selatan ibu kota dengan rudal.

Pasukan Hafter mulai meningkatkan serangan mereka ke kota Giryan sejak pekan lalu. Namun mereka selalu gagal meraih kemajuan dan terpukul mundur.

Libya masih dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan terbunuhnya Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.

Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.

Pada Senin, Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB mengatakan sedikitnya 76 orang, termasuk 24 warga sipil, tewas sejak bentrokan pecah di Tripoli.

GNA menuduh pasukan pimpinan Haftar yang berbasis di Libya Timur berada dibalik serangan tersebut.

Pemimpin pasukan militer di timur Libya Komandan Khalifa Haftar menginstruksikan penyerangan pada 4 April untuk mengambil alih ibu kota Tripoli, sedang pasukan GNA meluncurkan operasi "Burkan al-Ghadab".

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA