Korea Utara kecam penyitaan kapal oleh AS

Pyongyang menuntut pengembalian kapal dan memperingatkan konsekuensinya

Korea Utara kecam penyitaan kapal oleh AS

ANKARA

Korea Utara pada Selasa mengecam penyitaan kapal kargonya oleh Amerika Serikat, menyebut tindakan tersebut ilegal dan bertentangan dengan semangat KTT yang diadakan kedua negara tahun lalu.

Media yang dikelola pemerintah mengutip pernyataan pejabat kementerian luar negeri Korea Utara yang tidak disebutkan namanya, yang menuduh AS melakukan perampokan tidak sah.

Pyongyang juga menuntut Washington segera mengembalikan kapalnya dan memperingatkan konsekuensi yang akan terjadi.

Pekan lalu, AS mengumumkan bahwa mereka telah menangkap kapal Korea Utara karena diduga melanggar sanksi internasional.

Menurut Departemen Kehakiman, Wise Honest, kapal kargo curah seberat 17.000 ton, digunakan untuk mengirim batu bara Korea Utara secara ilegal.

Kapal tersebut kemudian dibawa ke Samoa, pulau yang dikendalikan AS di Samudera Pasifik Selatan.

"Undang-undang AS terbaru merupakan perpanjangan dari metode perhitungan Amerika untuk membuat Korea Utara bertekuk lutut dengan tekanan maksimum dan penolakan langsung terhadap semangat yang mendasari KTT 12 Juni dan Pernyataan Bersama Korea-AS," kata pejabat itu.

Pejabat itu juga menolak resolusi Dewan Keamanan PBB yang menjatuhkan sanksi pada negara itu dan mengatakan bahwa penyitaan kapal tersebut merupakan pelanggaran kedaulatannya.

"Merupakan kesalahan terbesar jika AS yakin langkah itu dapat mengendalikan Korea Utara dengan kekuatan," kata pernyataan itu, menambahkan bahwa AS memaksa negara-negara lain untuk mematuhi hukum nasionalnya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA