Korban tewas dalam kekerasan di Sudan capai 108 orang

Korban termasuk tiga orang anak dalam satu keluarga, kata pihak dokter

Korban tewas dalam kekerasan di Sudan capai 108 orang

KHARTOUM, Sudan

Jumlah korban tewas akibat aksi kekerasan pemerintah Sudan terhadap demonstran meningkat menjadi 108 orang, kata Komite Sentral Dokter Sudan pada Rabu.

Tiga anak dari satu keluarga termasuk di antara korban, kata panitia, sambil menambahkan bahwa lebih dari 230 orang terluka.

"Jumlah kematian telah meningkat menjadi 108 karena lebih banyak mayat ditemukan di Sungai Nil dan tiga anak dari satu keluarga tewas oleh Pasukan Dukungan Cepat (RSF)," kata komite tersebut dalam sebuah pernyataan.

"Seorang majikan di otoritas penerbangan sipil juga ditembak mati oleh RSF setelah dia menolak untuk menghentikan mogok kerja yang dilakukan oleh karyawan penerbangan sipil sejak Selasa lalu," tambahnya.

Komite mencatat bahwa lebih banyak mayat masih diambil dari Sungai Nil.

Pasukan pemerintah di Khartoum terlibat dalam aksi kekerasan sejak Senin pagi ketika mereka membubarkan aksi demonstrasi yang dilakukan aktivis pro-demokrasi di luar markas militer.

Letnan Jenderal Mohamed Hamdan Daglo, pemimpin RSF dan wakil ketua Dewan Militer Transisi (TMC) yang berkuasa, telah membantah keterlibatan pasukannya dalam pembunuhan itu. Menurut mereka pasukan tak dikenal yang mengenakan seragam RSF bertanggung jawab atas kematian tersebut.

Sudan berada dalam kondisi bergejolak sejak 11 April, ketika militer mengumumkan "pemecatan" Presiden Omar al-Bashir setelah berbulan-bulan protes rakyat terhadap kekuasaannya selama 30 tahun.

TMC sekarang mengawasi "periode transisi" dua tahun di mana lembaga berjanji untuk mengadakan pemilihan presiden.

Demonstrasi, bagaimanapun, tetap di jalan menuntut TMC menyerahkan kekuasaan secepat mungkin kepada otoritas sipil.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA