Kongres AS sahkan RUU dukung penegakkan HAM di Hong Kong

Parlemen AS mengesahkan dua RUU soal Hong Kong di tengah protes yang berbuntut kekerasan selama berbulan-bulan

Kongres AS sahkan RUU dukung penegakkan HAM di Hong Kong

WASHINGTON

Dewan Perwakilan Amerikat Serikat pada Rabu mensahkan dua RUU yang ditujukan untuk mendukung hak asasi para demonstran di Hong Kong.

Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong, yang akan menjatuhkan sanksi kepada mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM, disahkan melalui pemungutan suara dengan perolehan 417-1.

Di bawah undang-undang tersebut, setiap tahunnya, Menteri Luar Negeri AS harus menyatakan bahwa Hong Kong mempertahankan otonomi yang cukup untuk memenuhi syarat pertimbangan perdagangan khusus Amerika yang mendukung statusnya sebagai pusat keuangan dunia.

Parlemen AS juga setuju untuk melarang ekspor komersial barang-barang amunisi tertutup ke Kepolisian Hong Kong, dengan perolehan suara 417-0.

Sebelumnya, Senat dengan suara bulat menyetujui kedua undang-undang tersebut pada Selasa dan telah diserahkan ke Presiden Donald Trump untuk mendapatkan persetujuan.

Bagian "Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong" dari undang-undang itu mendapat kecaman keras dari China.

Kantor berita Xinhua mengutip pernyataan Komite Urusan Luar Negeri Kongres Rakyat Nasional (NPC) yang mengatakan bahwa langkah itu sangat mencampuri urusan dalam negeri China.

RUU itu muncul di tengah protes massa di Hong Kong yang dimulai pada awal Juni untuk menentang langkah pemerintahan Carrie Lam melegalkan ekstradisi ke daratan China.

Rancangan amandemen undang-undang ekstradisi telah dicabut pada 4 September, tetapi protes terus berlanjut untuk mendesak pemerintah mengusut tindak kekerasan yang dilakukan oleh polisi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA