Ketua Parlemen Irak bersumpah gabung dengan demonstran

"Jika tuntutan para demonstran tidak terpenuhi, saya akan turun ke jalan bersama mereka," ujar Mohamed al-Halbousi kepada wartawan di Baghdad pada Sabtu

Ketua Parlemen Irak bersumpah gabung dengan demonstran

BAGHDAD 

Ketua parlemen Irak menegaskan jika pihak berwenang tidak menanggapi tuntutan pengunjuk rasa, maka ia akan bergabung dalam gelombang demonstrasi.

"Jika tuntutan para demonstran tidak terpenuhi, saya akan turun ke jalan bersama mereka," ujar Mohamed al-Halbousi kepada wartawan di Baghdad pada Sabtu.

Halbousi juga menyerukan perwakilan pengunjuk rasa untuk menghadiri sidang parlemen untuk membahas tuntutan mereka .

Halbousi juga mendesak demonstran tidak melakukan kekerasan dengan pasukan keamanan. Namun demikian, para pengunjuk rasa tetap terus menuntut hak-hak sah mereka.

Dia juga berjanji untuk memerangi korupsi, dengan mengatakan: "Bencana korupsi tidak berbeda dengan terorisme."

Dia mendesak pemerintah menunjuk muka para pelaku korupsi dan meminta pertanggungjawaban mereka.

Halbousi juga meyakinkan para demonstran dana pembangunan 100.000 rumah telah dialokasikan, sebuah proyek yang digadang-gadang memberi pekerjaan bagi sekitar satu juta warga Irak.

"Lulusan pendidikan tinggi akan diberi peluang lebih tinggi dan rekrutmen pekerja akan dimulai," kata dia.

Halbousi juga menekankan lebih dari satu juta keluarga berpenghasilan rendah akan didukung secara finansial oleh parlemen.

Sabtu kemarin, pemerintah Irak untuk pertama kalinya melakukan dialog dengan perwakilan pengunjuk rasa guna mengakhiri demonstrasi yang telah menewaskan banyak orang.

Setidaknya 100 orang tewas sejak protes anti-pemerintah meletus di seluruh Irak awal pekan ini, lansir Kementerian Kesehatan Irak.

Lebih dari 2.500 orang juga terluka sejak demonstrasi digelar sejak 1 Oktober di Baghdad dan provinsi selatan negara itu, kata seorang pejabat dari kementerian yang tak mau menyebut nama.

Ketidakpuasan warga Irak pecah dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya pengangguran dan maraknya kasus korupsi.

Banyak warga Irak mengalami keterbatasan akses ke layanan dasar seperti listrik dan air bersih.

Pengangguran di Irak juga mencapai sekitar 10 persen.

Seruan PBB untuk mengakhiri kekerasan

Jeanine Hennis-Plasschaert, perwakilan khusus sekretaris jenderal untuk Misi Bantuan PBB ke Irak, menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut.

“Sangat sedih dengan hilangnya nyawa yang tidak masuk akal. Lima hari dilaporkan banyaknya kematian dan cedera: ini harus dihentikan,” tulisnya di Twitter.

“Saya meminta semua pihak untuk berhenti dan mengambil refleksi. Mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan harus dimintai pertanggungjawaban. Biarkan semangat persatuan menang di seluruh #Iraq. ”

* Ditulis oleh Sena Guler di Ankara

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA