Jubir presiden Turki tegaskan keinginan gabung Uni Eropa

Juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin mengatakan sekutu harus menanggapi ancaman terhadap keamanan nasional Turki dengan serius

Jubir presiden Turki tegaskan keinginan gabung Uni Eropa

ANKARA

Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin pada Rabu menegaskan bahwa Turki adalah anggota kuat NATO dengan pasukan terbesar kedua dan ingin bergabung dengan UE sebagai anggota penuh.

Berbicara pada sebuah program yang diselenggarakan bersama oleh Forum Kebijakan Luar Negeri Berlin dan Yayasan Korber di Berlin, Kalin mengatakan bahwa sekutu harus menanggapi ancaman terhadap keamanan nasional Turki dengan serius dan bekerja dalam kemitraan untuk mengatasinya.

Dia juga menekankan tekad Turki dalam memerangi terorisme.

"Kami tidak ingin melihat unsur-unsur teroris mengambil alih sebidang tanah dan memerintah rakyat di Suriah, apakah itu PKK [YPG] atau Daesh atau al-Qaeda atau kelompok lain," ujar Kalin.

Pada 9 Oktober, Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk mengusir teroris YPG/PKK dari utara Suriah, mengamankan perbatasan, membantu repatriasi yang aman bagi pengungsi Suriah, dan menjamin integritas teritorial Suriah.

Ankara ingin teroris YPG/PKK menarik diri dari wilayahnya sehingga zona aman bisa dibangun untuk memulangkan dua juta pengungsi.

Di bawah dua kesepakatan terpisah dengan AS dan Rusia, Turki menghentikan operasi untuk memungkinkan penarikan teroris YPG/PKK dari zona aman di Suriah utara.

Namun, para teroris gagal menarik diri dari sejumlah daerah dan terus menyerang tentara dan warga sipil.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK -yang masuk daftar organisasi teroris Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa- telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 jiwa, termasuk perempuan, anak-anak, dan bayi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA