Jerman: Negara-negara barat gagal atasi kekhawatiran Turki soal Suriah

Turki sejak lama memandang afiliasi Suriah PKK dengan YPG sebagai ancaman keamanan utama

Jerman: Negara-negara barat gagal atasi kekhawatiran Turki soal Suriah

BERLIN

Mantan Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel melontarkan kritik tajam ke Amerika Serikat (AS) karena memberikan dukungan ke kelompok-kelompok yang terafiliasi dengan teroris PKK di Suriah Utara. 

"Meskipun sudah diperingatkan berulang kali oleh sekutu NATO-nya, Turki, namun Washington tetap bersikeras hingga merusak hubungan Washington dan Ankara," kata Gabriel dalam wawancara eksklusif dengan harian Bild.

"Kesalahan ini sudah dimulai sejak pemerintahan Presiden Barack Obama. Saat itu, Obama ingin menarik pasukan AS dan memutuskan bekerja sama dengan YPG untuk mengisi kekosongan, " kata dia lagi.

Gabriel yang merupakan politikus terkemuka dari Sosial Demokrat dan menjabat sebagai menteri luar negeri pada 2017-2018, menekankan bahwa Turki sejak lama memandang afiliasi Suriah PKK dengan YPG sebagai ancaman keamanan utama.

“Turki tidak akan pernah mengizinkan PKK berkuasa di perbatasan Suriah. Turki tidak akan pernah membiarkan PKK / YPG mengisi kekosongan kekuasaan saat ini," tegas dia.

PKK, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, melancarkan kampanye teror ke Turki selama lebih dari 30 tahun dan bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 jiwa.

Mantan diplomat Jerman itu juga mengkritik negara-negara Eropa karena menutup mata terhadap perang saudara di Suriah dan menolak proposal Turki untuk menciptakan zona larangan terbang di Suriah untuk melindungi penduduk sipil.

“Proposal itu gagal diwujudkan karena penolakan banyak negara Eropa, termasuk Jerman. Itu adalah sebuah kesalahan, dan sekarang pun sudah terlambat untuk mengubahnya," tambah Gabriel.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA