Jerman desak perang dihentikan di Libya

Kanselir Merkel sudah bicara dengan Presiden Mesir al-Sisi tentang Libya, juga menyerukan panglima Haftar untuk kembali ke dialog damai

Jerman desak perang dihentikan di Libya

BERLIN

Kanselir Jerman Angela Merkel telah mendesak pihak-pihak yang berkonflik di Libya untuk mengakhiri perang dan kembali ke perundingan damai, kata kantor kanselir pada Senin.

Merkel telah berbicara dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi lewat telepon dan berfokus pada perkembangan terakhir di Libya dan Sudan, kata juru bicara Merkel, Steffen Seibert.

"Kanselir telah menyatakan keprihatinan atas eskalasi militer saat ini di Libya," katanya, merujuk pada serangan militer Khalifa Haftar, yang memerintahkan pasukan yang setia kepada pemerintah yang berbasis di Libya Timur, untuk menguasai Tripoli.

"Kanselir telah menyerukan agar mereka kembali ke negosiasi dan proses politik yang dipimpin PBB secepat mungkin," katanya.

Presiden Mesir al-Sisi mengadakan pembicaraan dengan komandan Haftar di Kairo pada hari Minggu.

Seibert mengatakan, selama panggilan telepon Merkel dengan al-Sisi, para pemimpin juga telah membahas krisis Sudan, dan Kanselir Jerman telah menggarisbawahi pentingnya transisi cepat ke pemerintahan sipil di negara itu.

"Harus ada proses politik yang kredibel dan inklusif yang harus memenuhi harapan rakyat Sudan untuk reformasi ekonomi dan politik," katanya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA