Jawa Barat promosikan produk pesantren di Turki

Beberapa produk yang mereka tampilkan antara lain batik, obat-obat herba, minuman berkhasiat, sayuran, buah-buahan dan lain sebagainya

Jawa Barat promosikan produk pesantren di Turki

ISTANBUL

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mempromosikan produk halal buatan pondok pesantren pada Pameran Halal ke-7 di Istanbul, Turki pada 28 November – 1 Desember 2019. 

Sebanyak lima pesantren yang dikirim Pemprov Jabar untuk mengikuti pameran ini antara lain Pondok pesantren Al-Ittifaq Bandung, Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, Pondok Pesantren Fathiyyah Al-Idrisiyyah Tasikmalaya, Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman Bogor, dan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan. 

Beberapa produk yang mereka tampilkan antara lain batik, obat-obat herba, minuman berkhasiat, sayuran, buah-buahan dan lain sebagainya.

Adi Satya, Tim Ahli Jawa Barat untuk UMKM, mengatakan produk-produk ini adalah hasil dari program One Pesantren One Produk (OPOP).

Kelima pesantren tersebut merupakan lembaga Pendidikan yang memiliki unit bisnis di Jabar dengan omset rata-rata Rp2,5 milyar rupiah per-bulan. 

“Program OPOP bertujuan agar pesantren dapat menjadi salah satu tempat belajar keislaman dan sekolah bagi anak santri di Jabar supaya memiliki daya tawar yang kuat karena mandiri secara ekonomi,” ungkap Adi kepada Anadolu Agency pada Sabtu.

Kepala UPTD Diklat Perkoperasian dan Wirausaha Pemprov Jawa Barat Deni Handoyo mengungkapkan sangat tepat membawa produk pondok pesantren dalam pameran ini karena berkaitan dengan organisasi dan label halal itu sendiri. 

Deni berharap dengan mengikuti pameran ini dapat menjadi batu loncatan bagi pesantren agar dapat go-internasional dan menjadi role model untuk pesantren-pesantren di Jabar. 

Dua acara terkait produk halal – Konferensi Halal Dunia yang ke-5 dan Expo Halal OKI yang ke-7 - diselenggarakan atas kerja sama dengan kantor Kepresidenan Republik Turki dari Kamis hingga Minggu di Eurasia Exhibition Centre di Istanbul.

Kegiatan ini menyatukan perusahaan-perusahaan terkemuka, pejabat tinggi, otoritas, pakar, akademisi, ilmuwan, dan mahasiswa dari 80 negara.

Penyelenggara acara bertujuan untuk meningkatkan solidaritas ekonomi di antara umat Islam di seluruh dunia serta meningkatkan kesadaran terhadap halal dengan rangkaian seminar dan pameran.

Pameran terbesar di sektor halal itu juga bertujuan untuk meningkatkan solidaritas ekonomi di antara umat Islam di seluruh dunia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA