Jaksa Agung AS mundur atas permintaan Trump

Pengunduran diri Jeff Sessions yang dipaksakan ini terjadi di tengah hubungannya yang bermasalah dengan Presiden Trump

Jaksa Agung AS mundur atas permintaan Trump

WASHINGTON

Jaksa Agung AS Jeff Sessions pada Rabu mengundurkan diri dari jabatannya atas permintaan Presiden AS Donald Trump.

Pengumuman ini menyusul komentar-komentar pedas yang kerap dilontarakan Trump secara publik terhadap penegak hukum tertinggi negara tersebut soal penyelidikan penasihat khusus atas campur tangan Rusia dalam pemilu presiden dan kemungkinan kolusi yang terjadi antara tim kampanye Trump dengan Rusia.

Trump menyalahkan penunjukan Penasihat Khusus Robert Mueller kepada Sessions, sehingga membuat Sessions menarik diri dari kasus yang menyangkut penyelidikan Rusia. Peristiwa ini merusak hubungan Trump dengan Sessions yang sejak awal mendukung presiden AS ini.

Dalam surat pengunduran dirinya untuk Trump, Sessions berkata dia merasa "sangat terhormat telah mengabdi sebagai Jaksa Agung dan bekerja menerapkan agenda hukum berdasarkan aturan-aturan yang dibuat sebagai bagian penting dalam kampanye Anda sebagai presiden."

"Sejak hari saya disumpah sebagai Jaksa Agung Amerika Serikat, saya berangkar untuk bekerja di Kementerian Kehakiman setiap hari dengan tekad untuk melakukan tugas saya dan melayani negara," kata dia. "Saya melakukannya sebaik mungkin, bekerja untuk mendukung proses legal penting yang menjadi fondasi keadilan."

Trump sudah diperkirakan akan memecat Sessions setelah pemilu sela pada Selasa, dan pengunduran Sessions ini menjadi puncak hubungan buruk Trump-Sessions dalam kurun waktu setahun ini.

Trump mengucapkan terima kasih kepada Sessions untuk pengabdiannya melalui Twitter, berkata Kepala Staff Matthew Whitaker akan menggantikannya sebagai pejabat pelaksana jaksa agung sampai pengganti permanen disahkan Senat.

Masih belum jelas bagaimana pengunduran diri Sessions akan memengaruhi penyelidikan, yang oleh Trump dan orang-orang dekatnya berulang kali disebut sebagai "perburuan liar".

Saat menjadi komentator untuk CNN sebelum menjabat di Kementerian Kehakiman, Whitaker pernah menulis sebuah artikel opini pada Agustus 2017, di mana dia menyebut Mueller "mendekati garis merah dalam penyelidikan kolusi Rusia dalam pemilu 2016, yang sangat berbahaya bila dilewati."

Dia merujuk pada laporan yang menyebut tim Mueller, pada waktu itu, memperluas ruang lingkup penyelidikannya ke kemungkinan adanya kejahatan finansial yang dilakukan organisasi milik Trump, yang oleh Trump hanya beberapa di antaranya "tak terkait dengan pemilu 2016."

"Informasi ini sangat mengkhawatirkan saya. Tak butuh pengacara atau jaksa penuntut federal seperti saya untuk menyatakan bahwa penyelidikan keuangan Donald Trump dan keluarganya berada jauh di luar kampanye 2016 dan tuduhan kampanye ini berhubungan dengan pemerintah Rusia atau yang lainnya," tulis dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA