Inggris desak Iran kembali berkomitmen pada kesepakatan nuklir

Menteri Luar Negeri Dominic Raab bergabung dengan UE menanggapi pengumuman Iran mengurangi komitmen pada JCPoA

Inggris desak Iran kembali berkomitmen pada kesepakatan nuklir

LONDON 

Pemerintah Inggris pada Selasa mendesak Iran untuk kembali mematuhi perjanjian nuklir 2015 Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPoA).

"Langkah terbaru Iran jelas bertentangan dengan kesepakatan dan menimbulkan risiko bagi keamanan nasional kita," kata Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab.

Dia mengatakan Inggris ingin menemukan jalan ke depan melalui dialog internasional yang konstruktif, tetapi Iran perlu mendukung komitmen yang dibuatnya dan segera kembali ke kepatuhan penuh.

Pernyataan Raab tersebut disampaikan menyusul reaksi serupa dari Uni Eropa yang juga menyuarakan keprihatinan pada pengumuman terbaru Iran tentang pengurangan komitmennya terhadap kesepakatan tersebut.

"Kami prihatin dengan pengumuman Presiden [Hasan] Rouhani hari ini untuk lebih mengurangi komitmen Iran di bawah JCPoA," kata jurubicara Uni Eropa Maja Kocijancic kepada wartawan, Selasa.

"Kami mendesak Iran untuk membalikkan semua kegiatan yang tidak konsisten dengan komitmennya di bawah JCPoA dan untuk menahan diri dari tindakan lebih lanjut yang akan merusak pelestarian dan implementasi penuh dari perjanjian nuklir," tambah dia.

Sebelumnya, Presiden Rouhani mengatakan Iran akan memulai langkah keempat untuk mengurangi komitmennya terhadap perjanjian nuklir 2015.

"Besok, kita akan bergerak menuju langkah keempat dan tentu saja, kita sudah mengumumkan ini kepada dunia dan negara-negara sahabat kita," ujar dia.

Pada Rabu, Presiden Iran mengatakan Teheran akan mulai injeksi gas ke sentrifugal Fordow.

"Aktivitas baru kami akan dipantau oleh IAEA [Badan Energi Atom Internasional]," tutur dia.

Rouhani mengatakan langkah Iran untuk mengurangi komitmennya bisa dibatalkan jika negara-negara penandatangan kesepakatan nuklir sepenuhnya mematuhi komitmen mereka.

Iran mulai mengurangi komitmennya di bawah kesepakatan nuklir 2015 sebagai tindakan balasan atas keputusan unilateral AS menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 yang dikenal dengan JCPoA.

AS kemudian memulai kampanye diplomatik dan ekonomi untuk meningkatkan tekanan pada Iran guna memaksa negara itu melakukan negosiasi ulang.

Kesepakatan itu memungkinkan Iran mengurangi komitmennya jika terjadi pelanggaran pihak lain.

Teheran menegaskan bahwa Uni Eropa harus bertindak lebih aktif dalam penerapan kewajibannya dan Iran akan kembali ke kepatuhan penuh setelah UE membatalkan sanksi Amerika Serikat.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA