Indonesia perkenalkan produk halal pada expo di Istanbul

Pemerintah Indonesia berharap dapat meningkatkan hubungan perdagangan Indonesia-Turki

Indonesia perkenalkan produk halal pada expo di Istanbul

Masyarakat Indonesia mempromosikan produk halal lokal pada Pameran Halal ke-7 yang diadakan oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul, pada 28 November – 1 Desember 2019.

Dalam pameran ini, Kementerian Koperasi, dan UKM Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Lamongan memfasilitasi sejumlah Industri Kecil Menengah (IKM) untuk memperkenalkan produk lokal Indonesia kepada para pengunjung pameran di Turki.

Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi lima pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan produk makanan seperti rempah, kopi, cokelat.

“Diharapkan melalui partisipasi ini dapat diperkenalkan produk indonesia, khususnya yang bersertifikat halal ke pasar internasional, khususnya Turki,” ungkap Kartika Ferry Effendi, Kepala Bidang Penyelenggaraan Pemasaran Kementerian Koperasi, dan UKM kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan kementerian tersebut memberikan fasilitasi booth kepada para UKM untuk mempromosikan produk mereka kepada masyarakat Turki dan para pengunjung yang datang dari berbagai negara.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta turut memamerkan produk-produk dari IKM binaan Dinas Perindustrian dan Energi yang telah dikurasi oleh kurator yang independen dan berpengalaman, ungkap staf bidang industri, Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta.

Denok Wahyuningtyas, staf dinas tersebut, mengungkapkan produk yang dipamerkan meliputi produk kuliner (bhumi rasa, kopi gayo), modest fashion (sylvie romy math art & design), kosmetik body care (sekala), aksesoris etnik (nahdi jewellery).

Pemprov DKI, ungkap Wahyuningtyas, juga berharap dengan acara ini hubungan kedua kota dapat lebih baik khususnya dalam perdagangan, pariwisata, perindustrian, dan pemerintahan mengingat Jakarta sudah tergabung dengan Istanbul dalam kerjasama sister city.

Sekretaris Dinas Perda Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, Edi Sugiarto mengklaim para pengunjung tampak puas dengan apa yang ditawarkan oleh IKM dari Lamongan.

Pemerintah memfasilitasi para IKM untuk mengenalkan produk asli Lamongan dan mengembangkan pasar ke area Timur Tengah, ujar Sugiarto.

Selain itu, ada juga sektor usaha swasta dalam bidang batik, teh dan abon yang mengikuti pameran secara mandiri tanpa difasilitasi oleh pemerintah.

“Kami bertekad untuk membudayakan batik di kancah internasional, merangkul UKM kecil di daerah sehingga dapat berkembang,” ucap Henny Christianingsih, pemilik Rolupat Batik and Butik.

Antusiasme pengunjung yang mendatangi stan produk Indonesia sangat besar, terutama terhadap produk-produk pangan. Pengunjung yang hadir tidak hanya warga Turki tapi juga dari warga negara lain.

Dua acara terkait produk halal – Konferensi Halal Dunia yang ke-5 dan Expo Halal OKI yang ke-7 - diselenggarakan atas kerjasama dengan kantor Kepresidenan Republik Turki dari Kamis hingga Minggu di Eurasia Exhibition Centre di Istanbul.

Kegiatan ini menyatukan perusahaan-perusahaan terkemuka, pejabat tinggi, otoritas, pakar, akademisi, ilmuwan, dan mahasiswa dari 80 negara.

Penyelenggara acara bertujuan untuk meningkatkan solidaritas ekonomi di antara umat Islam di seluruh dunia serta meningkatkan kesadaran terhadap halal dengan serangkaian seminar dan pameran.

Pameran terbesar di sektor halal itu juga bertujuan untuk meningkatkan solidaritas ekonomi di antara umat Islam di seluruh dunia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA