Indonesia gelar festival jajanan nusantara 2019 di Istanbul

Festival kuliner ini dilakukan atas kerja sama Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul, Turki, dengan berbagai komunitas Diaspora Indonesia di Turki

Indonesia gelar festival jajanan nusantara 2019 di Istanbul

Indonesia menggelar Indonesian Street Food Festival 2019 atau festival jajanan pasar bagi warga Turki di Istanbul.

Festival kuliner ini dilakukan atas kerja sama Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul, Turki, dengan berbagai komunitas Diaspora Indonesia di Turki.

Jepri Adi, Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KJRI Istanbul, mengatakan festival ini dilakukan untuk memperkenalkan jajanan nusantara kepada warga Turki dan mendorong kewirausahaan kuliner diaspora Indonesia.

“Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan seni budaya Indonesia, mulai dari musik kontemporer, pencak silat dan tari tradisional,” ujar Jepri dalam keterangan resminya kepada Anadolu Agency pada Sabtu.

Variasi kuliner yang dihadirkan dalam festival ini seperti Bakso, Siomay Bandung, Pempek Palembang, Sekoteng, Wedang Jahe, dan masih banyak lainnya.

Tak hanya kuliner, dalam acara ini juga menghadirkan booth yang menjual variasi kerajinan tangan hingga Balinese Traditional Massage.

Salah satu pengisi booth, Amjad Safwan dari Sompe’ Catering mengaku sangat senang dan beruntung telah terpilih untuk dapat menjual makanan khas Makassar, seperti Coto Makassar, Barongko dan Mie Titi pada acara ini.

Untuk memberikan cita rasa orisinal pada masakannya, Amjad dan tim sengaja mengimpor langsung bahan-bahan masakan dari Indonesia.

Jepri mengatakan lebih dari 700 pengunjung warga Turki dan diaspora Indonesia yang hadir antusias membeli jajanan pasar aseli Indonesia.

Neslihan, warga Turki keturunan Romania, mengapresiasi kegiatan festival yang membuatnya dapat mengenali ragam citarasa makanan Indonesia.

Meskipun rempah Indonesia dirasa terlalu kuat, dia masih tetap bisa menikmati jajanan yang disediakan.

Neslihan juga tertarik dengan berbagai pertunjukan seni budaya yang secara non stop ditampilkan sepanjang festival.

Pertunjukan seni budaya dalam festival jajanan pasar ini ditampilkan oleh sanggar budaya Diaspora Indonesia di Istanbul, seperti Jegeg Bali dan Gita Seni dan Budaya Indonesia (GISBI), siswa Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia (Pusbin), grup musik Guzel Musik Indonesia (GMI), De Manjo dan The Konsulats, serta kelompok silat Perhimpunan Pelajar Indonesia Istanbul.

Permainan seruling juga ditampilkan oleh remaja Turki, Sevim Nas Erzim, yang membawakan dua lagu Turki dan lagu ‘Satu Nusa Satu Bangsa’.

Atraksi silat profesor Turki

Indonesia Street Food Festival juga menampilkan atraksi pencak silat oleh Federasi Pencak Silat Turki yang saat ini dipimpin oleh Profesor Yilmaz Aydin.

Menurut Jepri, Aydin telah mengajarkan pencak silat di perguruan bela dirinya sejak 30 tahun yang lalu.

Saat ini, lanjut Jepri, terdapat sekitar 26 perguruan bela diri yang mengajarkan pencak silat di Turki.

Aydin menyampaikan Indonesia dan Turki adalah saudara dan dia senang belajar dan mengajarkan pencak silat.

Untuk itu, dia berharap dapat berkolaborasi dengan Indonesia untuk mengembangkan pencak silat di Turki, salah satunya dengan partisipasi pada Indonesia Street Food Festival.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA