Houthi: Serangan ke bandara Saudi adalah upaya bela diri

Jubir Houthi mengatakan serangan itu merupakan respon terhadap serangan yang menargetkan bandara Yaman

Houthi: Serangan ke bandara Saudi adalah upaya bela diri

MA’RIB 

Juru bicara milisi Houthi Brigadir Jenderal Yahya Seri mengungkapkan serangan terhadap Bandara Internasional Abha, selatan Arab Saudi adalah upaya pembelaan diri kelompoknya.

Jubir Seri mengungkapkan kepada kantor berita SABA milik kelompok Houthi di Yaman bahwa peluncuran rudal "cruise" oleh pihaknya ke Bandara Abha merupakan bentuk pertahanan diri dan perlawanan yang sah terhadap operasi yang dilakukan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Seri mengatakan serangan itu juga merupakan respon terhadap serangan yang menargetkan bandara Yaman serta penutupan bandara-bandara selama peperangan yang berlangsung hampir lima tahun.

Kelompok Houthi sebelumnya telah memperingati semua orang asing dan perusahaan yang beroperasi di negara-negara koalisi Arab untuk menjauh dari zona militer dan bandara-bandara.

Jubir militer Houthi Seri mengungkapkan selama koalisi Arab masih menggelar operasi di Yaman maka pihaknya akan terus melakukan perlawanan.

Sebelumnya pada Rabu, koalisi yang dipimpin Saudi mengkonfirmasi serangan yang dilakukan oleh pemberontak Houthi Yaman di Bandara Internasional Abha.

Menurut juru bicara koalisi Kolonel Turki al-Maliki, setidaknya 26 warga sipil dari berbagai negara terluka dalam serangan itu.

Pada hari yang sama, Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan di bandara tersebut dengan menggunakan rudal jelajah, mengatakan bahwa rudal itu mengenai sasaran dengan tepat.

Yaman dilanda konflik kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara itu, termasuk ibu kota Sanaa.

Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer pimpinan Saudi melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.

Sejak itu, puluhan ribu warga Yaman, termasuk warga sipil, tewas akibat konflik, sementara 14 juta lainnya berisiko menderita kelaparan.

Menurut PBB, Yaman menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, di mana lebih dari 10 juta orang berada di ambang bencana kelaparan.

Selain itu, lebih dari 22 juta orang di Yaman membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan darurat.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA