Houthi serang 2 stasiun pompa minyak Arab Saudi

Saudi Aramco menghentikan aliran minyak yang mengalir di beberapa pipa akibat serangan tersebut

Houthi serang 2 stasiun pompa minyak Arab Saudi

RIYADH 

Kementerian Energi Arab Saudi mengumumkan dua stasiun pompa minyak di negaranya terkena serangan pesawat tanpa awak (drone).

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi, Khalid al-Falih mengungkapkan kepada kantor berita resmi Arab Saudi SPA, terjadi serangan drone pada pagi hari terhadap dua stasiun pompa di pipa yang menyalurkan minyak dari wilayah timur ke pelabuhan di pantai barat.

Serangan tersebut menyebabkan kebakaran di stasiun pompa no. 8, terdapat kerusakan material akibat serangan itu.

Sehingga perusahaan minyak negara itu, Saudi Aramco menghentikan aliran minyak yang mengalir di pipa tersebut.

Menteri Saudi itu mengungkapkan pihaknya tengah melakukan perbaikan dan mendeteksi kerusakan setelah serangan guna mengembalikan kembali pengaliran minyak seperti semula di pipa-pipa yang terkena serangan.

Al-Falih mengatakan produksi dan ekspor minyak ke luar negeri masih terus berlanjut meski ada serangan tersebut.

Dia mengatakan bahwa serangan terbaru terhadap negara-negara Teluk bukan hanya menargetkan Arab Saudi saja. Melainkan ekonomi global dan pemasukoan minyak ke dunia menjadi sasaran serangan-serangan tersebut.

"Serangan-serangan ini juga menunjukkan pentingnya melawan semua kelompok teroris yang telah melakukan tindakan teror seperti itu, termasuk kelompok Houthi di Yaman dukungan Iran," ungkap al-Falih.

Menurut media kelompoknya, Al-Masira, Houthi mengklaim telah melancarkan tujuh serangan udara terhadap titik-titik penting di Arab Saudi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA