Gelar operasi narko-terorisme, Turki sita ganja sumber finansial PKK

Pasukan keamanan Turki menggelar operasi anti-teror dan narkotika untuk membongkar kegiatan produksi dan perdagangan narkoba PKK

Gelar operasi narko-terorisme, Turki sita ganja sumber finansial PKK

DIYARBAKIR

Pasukan Turki mengamankan 5.312 kilogram ganja dan 1,3 juta batang ganja dalam operasi yang digelar intensif terhadap teroris PKK di Provinsi Diyarbakir sejak 9 Oktober kemarin.

Kantor Gubernur Provinsi Diyarbakir melaporkan pasukan cabang provinsinya telah menggelar operasi narko-terorisme melawan kelompok teror PKK dengan sukses.

Operasi yang diluncurkan pada 9 Oktober di daerah pegunungan dan pedesaan sebelah selatan distrik Lice itu bertujuan untuk menetralisir teroris PKK dari wilayah.

Tentara Turki menghancurkan depot dan tempat berlindung teroris PKK serta mengumpulkan barang bukti kegiatan produksi dan perdagangan narkoba organisasi tersebut ke pengedar narkoba.

Sejauh ini pihak keamanan Turki telah menahan 10 orang terduga terkait penemuan barang bukti narkotika yang disimpan semak-semak dan pepohonan di daerah pedesaan.

Selain itu tentara juga menemukan barang bukti setelah menggeledah beberapa rumah dan kendaraan para terduga di wilayah tersebut.

Pernyataan otoritas Turki menyebut perang melawan terorisme akan berlanjut dengan tekad yang bulat untuk menciptakan perdamaian dan keamanan warga yang tinggal di wilayah tersebut.

Selama lebih dari 40 tahun, PKK melakukan aktivitas terornya di Turki, Irak, Suriah, Iran dan negara-negara Eropa dengan nama-nama yang berbeda.

Pendapatan terbesar organisasi tersebut berasal dari penjualan barang-barang terlarang ini.

Seperti organisasi teroris lainnya, PKK membutuhkan sumber finansial untuk melahirkan massa guna mempertahankan serangan teroris dan membangun negara baru.

Produksi, distribusi dan penjualan obat-obatan terlarang yang akan memenuhi anggaran tahunan organisasi tersebut berhasil dibongkar dan dibeberkan oleh pasukan keamanan Turki yang menggelar operasi anti-teror dan narkotika.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA