Gambia ambil alih seluruh aset mantan presiden Yahya Jammeh

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Jammeh dan rekan-rekannya menggelapkan dana sebanyak USD362,2 juta

Gambia ambil alih seluruh aset mantan presiden Yahya Jammeh

BANJUL, Gambia 

Gambia akan mengambil alih seluruh aset dan perusahaan milik mantan presiden Yahya Jammeh dan kolega dekatnya, Muhammed Bazzi.

"Negara akan mengambil alih semua perusahaan dan aset masing-masing milik mantan Presiden Yahya Jammeh pada 17 Juni 2019," ujar Menteri Kehakiman Abubacarr Tambadou selama konferensi pers, Rabu.

Aset milik mantan penguasa itu dibekukan oleh Pengadilan Tinggi hingga 17 Juni.

Jammeh memerintah Gambia selama 22 tahun, tetapi kalah dalam pemilihan umum 2016, dan akhirnya melarikan diri ke Guinea Khatulistiwa.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa dia dan rekan-rekannya menggelapkan dana sebanyak USD362,2 juta dan jutaan dolar lainnya dalam bentuk properti di dalam dan di luar negeri.

Menurut Tambadou, hasil penyelidikan itu akan dikirim ke Presiden Adama Barrow.

Bazzi adalah pebisnis asal Lebanon yang menguasai sektor energi.

AS telah memasukannya ke dalam daftar pemasok dana bagi kelompok teroris Hizbullah.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA