Filipina kembali lakukan imunisasi polio

Penyakit ini kembali muncul setelah dinyatakan berhasil diberantas dua dekade lalu

Filipina kembali lakukan imunisasi polio

Filipina mempersiapkan program vaksinasi polio pada jutaan anak untuk menghentikan penyebaran penyakit yang sebenarnya sudah dinyatakan berhasil diberantas dua dekade lalu, ujar seorang pejabat tinggi, Jumat.

Program ini akan dilaksanakan bulan depan, setelah seorang gadis berusia tiga tahun terdeteksi mengidap polio. Penyakit ini datang setelah Filipina berjuang mengatasi wabah demam berdarah dan campak yang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang sejak Januari, sebagian besar dari mereka anak-anak.

"Vaksinasi polio terjadi sepanjang tahun, tetapi cakupan kami menurun selama lima tahun terakhir," ujar Rolando Enrique Domingo, wakil menteri Departemen Kesehatan seperti dilansir Channel News Asia.

"Kami telah belajar. Sudah saatnya untuk melanjutkan dan benar-benar mulai memvaksinasi semua anak dan mempertahankan program ini setiap tahun."

Tim vaksinasi bertujuan memberikan tetes polio untuk setiap anak di bawah lima tahun, tambah dia.

Tidak ada obat untuk virus, yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan ini, namun bisa dicegah dengan vaksin.

Virus ini menyebar dengan cepat di antara anak-anak, terutama dalam kondisi yang tidak bersih di daerah tertinggal atau yang dilanda perang di mana akses layanan kesehatan terbatas.

Afghanistan, Nigeria dan Pakistan adalah tiga negara terakhir di mana penyakit ini endemik.

Anak-anak secara nasional berisiko selama satu anak terinfeksi, kata UNICEF.

Filipina baru-baru ini menghadapi tantangan dalam meyakinkan orang tua untuk memvaksinasi anak-anak setelah membatalkan program imunisasi demam berdarah menggunakan Dengvaxia Sanofi pada akhir 2017, setelah kasus kematian anak.

Lebih dari 800.000 anak divaksin. Catatan 119 anak yang meninggal sedang diperiksa untuk menentukan apakah Dengvaxia menjadi penyebab kematian ini.

Penyelidikan berlanjut dan virus ini dinyatakan vaksinnya aman.

Kasus polio terbaru Filipina dikonfirmasi pada Senin di Lanao del Sur, salah satu provinsi termiskin di negara itu.

Virus polio terdeteksi dalam sistem pembuangan limbah Davao dua bulan lalu dan di Tondo, daerah kumuh Metro Manila.

Kampanye vaksin yang dimulai pada Agustus di jantung bersejarah Manila akan diperluas untuk mencakup lebih dari 5 juta anak dan pergi secara nasional tahun depan, ujar Menteri Kesehatan Francisco Duque, Jumat.

Kasus terakhir yang diketahui di Filipina adalah pada 1993, kata Organisasi Kesehatan Dunia.

Cakupan imunisasi di Filipina adalah 70 persen, di bawah tingkat yang direkomendasikan 95 persen, kata Domingo.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA