Eropa prihatin dengan janji pemilu PM Israel

Prancis, Jerman, Italia, Inggris dan Spanyol mengeluarkan pernyataan sikap bersama soal janji pemilu PM Israel Benjamin Netanyahu

Eropa prihatin dengan janji pemilu PM Israel

ROMA 

Prancis, Jerman, Italia, Inggris dan Spanyol mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap janji pemilu Perdana Menteri Israel yang berencana mencaplok tanah Palestina.

Lima negara besar anggota Uni Eropa (UE) itu mengeluarkan pernyataan sikap bersama yang mengecam janji pemilu PM Israel Benjamin Netanyahu yang berencana mencaplok Lembah Yordania dan permukiman lainnya di Tepi Barat.

"Prancis, Jerman, Italia, Inggris, dan Spanyol sangat prihatin dengan rencana Israel untuk menganeksasi Tepi Barat, terutama Lembah Yordania dan pantai utara Laut Mati,” tutur lima negara besar itu.

“Jika rencana itu terjadi, maka itu adalah tindakan pelanggaran hukum internasional yang serius," lanjut pernyataan bersama tersebut.

Mereka mengungkapkan akan terus mengajak pihak Israel dan Palestina untuk menghindari tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional yang mana akan membahayakan solusi dua negara di dalam perjanjian tahun 1967.

"Prancis, Jerman, Italia, Inggris, dan Spanyol mengakui hak keamanan Israel dan mengutuk keras serangan dari Gaza ke Israel," tukas pernyataan itu.

Netanyahu pada Selasa mengatakan Israel akan memberlakukan kedaulatannya atas Lembah Yordania dan permukiman lainnya di Tepi Barat jika dia memenangkan pemilihan umum pekan depan.

“Presiden [AS] Trump mengatakan dia akan menyampaikan Kesepakatan Abad Ini beberapa hari setelah pemilu [September 17] dan ini memberi kita kesempatan besar untuk menerapkan kedaulatan Israel ke Yudea dan Samaria [Tepi Barat] dan daerah lainnya," kata Netanyahu, pada konferensi pers.

Dia menambahkan bahwa ada satu tempat di mana penerapan kedaulatan Israel kemungkinan terjadi segera setelah dia terpilih kembali dalam pemilu.

"Saya mengumumkan niat saya untuk menerapkan kedaulatan Israel ke Lembah Yordania dan Laut Mati, jika warga Israel memilih saya. Ini akan menjadi sabuk pertahanan kita di timur dan memastikan bahwa kita tidak akan pernah menjadi negara yang lebarnya hanya beberapa mil," ujar Netanyahu.

Sekitar 70.000 warga Palestina - bersama dengan sekitar 9.500 pemukim Yahudi - saat ini tinggal di Lembah Yordania, sebidang tanah luas dan subur yang menyumbang sekitar seperempat dari keseluruhan wilayah Tepi Barat.

Sekitar 650.000 orang Yahudi Israel saat ini tinggal di lebih dari 100 permukiman yang dibangun sejak 1967, ketika Israel mulai menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Palestina menginginkan wilayah ini - bersama dengan Jalur Gaza - menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan menganggap semua kegiatan pembangunan permukiman Yahudi di sana sebagai tindakan ilegal.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA