Erdogan: Turki terus dukung solidaritas dengan Pakistan

Erdogan memuji keputusan Mahkamah Agung Pakistan baru-baru ini yang mengakui FETO sebagai kelompok teror

Erdogan: Turki terus dukung solidaritas dengan Pakistan

ANKARA

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Ankara akan terus mendukung solidaritas dengan Pakistan, pada Jumat.

"Turki berdiri bersama Pakistan hari ini dan besok, seperti sebelumnya, dan akan terus mendukungnya," kata Erdogan pada konferensi pers bersama Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di kompleks kepresidenan di Ankara.

Erdogan mengatakan "saudara-saudara" Turki di Pakistan juga berdiri dalam solidaritas yang kuat dengan Ankara.

Erdogan memuji keputusan Mahkamah Agung Pakistan baru-baru ini yang mengakui Organisasi Teroris Fetullah (FETO) sebagai kelompok teror.

"Deklarasi FETO sebagai kelompok teroris oleh Mahkamah Agung di Pakistan dan pengalihan sekolah-sekolah (terkait FETO) ke Yayasan Maarif kami ... langkah ini kami sambut baik,” sambung dia.

Turki mendirikan Yayasan Maarif pada 2016 untuk mengambil alih sekolah yang berhubungan dengan FETO di luar negeri.

Yayasan ini juga mempunyai otoritas mendirikan lebih banyak sekolah dan pusat pendidikan di luar negeri.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Fetullah Gulen menjadi dalang kudeta yang akhirnya digagalkan pada 15 Juli 2016 di Turki.

Percobaan kudeta itu menyebabkan 251 orang menjadi martir dan hampir 2.200 orang terluka.

Ankara juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga-lembaga Turki, termasuk militer, kepolisian, dan pendidikan.

FETO memiliki kehadiran yang cukup besar di luar negeri, termasuk sekolah swasta yang berfungsi sebagai aliran pendapatan bagi kelompok teror.

FETO juga memiliki pengaruh yang cukup besar di luar Turki, termasuk melalui lembaga pendidikan swasta yang menjadi sumber pendapatan bagi kelompok teror tersebut.


Turki, Pakistan, Afghanistan akan bertemu di Istanbul

Erdogan mengumumkan bahwa pertemuan trilateral antara Turki, Pakistan, dan Afghanistan akan diselenggarakan di Istanbul setelah pemilihan lokal Turki pada 31 Maret.

Khan, dalam kesempatan ini, mengatakan Pakistan telah berupaya membantu dialog antara Taliban dan AS, namun perlu upaya yang jauh lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan dan negara tetangga.

"Saya menantikan pertemuan puncak di Istanbul. Kami berharap bahwa Afghanistan, Pakistan dan Turki dapat membantu proses perdamaian ini," kata dia.

Mengenai hubungan Turki-Pakistan, Khan mengatakan generasi kakeknya yang saat itu berada di India, mengumpulkan dana untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Turki.

Dia megatakan hubungan baik antara Pakistan dan Turki ini berlanjut dari generasi ke generasi, dari kakeknya, ayahnya, hingga Khan.

"Afiliasi, cinta, hubungan antara Pakistan dan Turki selalu ada di sana. Saya ingin menekankan bahwa kami ingin membawa hubungan ini ke tingkat yang lebih tinggi," tegas Khan.

Khan mengatakan ini lah alasan dia datang ke Turki bersama delegasi pentingnya, mencakup para menteri.

Dia mengatakan Pakistan dan Turki sama-sama menghadapi ancaman keamanan dan Pakistan ingin meningkatkan hubungan dengan Turki di setiap bidang.

"Saya kembali (ke Pakistan) mengetahui bahwa Pakistan dan Turki mulai sekarang menjadi lebih dekat,” kata Khan.

Khan mengatakan Pakistan berencana membangun lima juta rumah dalam lima tahun ke depan dan ingin bekerjasama dengan Turki yang berpengalaman di sektor konstruksi.

Pakistan memiliki tiga sistem pendidikan paralel dan mereka ingin memiliki satu silabus inti, lanjut dia.

"Saya telah mengadakan pembicaraan yang sangat menarik dengan Turki tentang bagaimana kami akan meningkatkan sistem pendidikan kami,” sambung dia.

Dia mengatakan pelanggaran HAM yang terjadi di Kashmir hanya mengasingkan masyarakat dan hal ini juga didiskusikan dengan Erdogan.

"Stabilitas hanya akan terjadi ketika Pakistan dan India duduk bersama menyelesaikan perbedaan," tambah Khan.

Dia menambahkan bahwa terorisme telah jauh berkurang di Pakistan, dan dia berharap terorisme dapat dihilangkan dengan bantuan Iran, Afghanistan dan Turki.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA